Fokus Pengembangan Ekonomi Pacu Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 14 Januari 2020 19:07 Clara Aditia Parlemen

Fokus Pengembangan Ekonomi Pacu Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

 

Koropak.co.id - Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tasikmalaya, Heru Saptaji mengapresiasi semangat dan concern dewan, khususnya Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya yang begitu besar memikirkan kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya agar semakin baik.

Hal itu disampaikan Heru kepada Koropak selepas menerima kunjungan silaturahmi Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya ke KPw BI Tasikmalaya di Jalan Sutisna Senjaya Nomor 19, Tawang Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (14/1/2020).

"Tadi kita bahas bagaimana menuntaskan PR, yakni menurunkan indeks kemiskinan, ketimpangan ekonomi atau Gini Ratio, menjaga inflasi agar rendah terkendali, serta mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi yang semuanya akan bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ditambahkan Heru, turut dibahas isu pengembangan UMKM, ketahanan pangan strategis, pariwisata, dan industri kreatif, yang menjadi ikhtiar niatan tentang kesiapan dan keterbukaan BI untuk berkolaborasi dan bersinergi program dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya guna memajukan Kota Tasikmalaya.

"Soal UMKM, binaan kita yang masuk dalam Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) sudah menjangkau pangsa digital marketing. Dewan memiliki concern yang sama untuk mendorong UMKM masuk ke digital marketing, kita siap bantu. Di era digital ini memang kita harus lebih agresif. Produk unggulan UMKM harus naik kelas, mengejar kemajuan yang ada. Dunia berubah, pasar berubah, perilaku berubah kita harus ikuti, kita harus agresif jajal digital market," ucap Heru.

 

Koropak.co.id - Fokus Pengembangan Ekonomi Pacu Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (3)

 

Baca : Evaluasi Program WUB Terhambat Ketidaksiapan Data Lengkap

 

Heru menambahkan di sektor pariwisata, BI telah melaksanakan MoU pariwisata terintegrasi di Priangan Timur dengan 6 kepala daerah mulai Garut hingga Pangandaran. Output yang diharapkan dari MoU tersebut terciptanya geliat ekonomi dari sektor pariwisata dengan pola terintegrasi antara satu daerah dengan daerah lain.

"Menyoal pariwisata bukan pekerjaan yang instan, namun pariwisata merupakan investasi jangka panjang. Di MoU tersebut kita bangun kesamaan perspektif enam kepala daerah yang berdasar pada political will masing-masing," tuturnya.

Dikatakan Heru, political will yang dimaksud mencakup political will anggaran agar tidak timpang dan tertumpu di satu daerah saja, political will mengembangkan infrastruktur pariwisata yang jika infrastruktur pariwisatanya dapat terintegrasi satu sama lain akan lebih baik, political will promosi wisata yang jika hanya promosi daerah secara sendiri-sendiri akan sangat disayangkan, serta paket wisata integrated.

 

Baca pula : Kunjungi BI Tasikmalaya, Dewan Gali Telaahan Kondisi Perekonomian

 

Manager Unit Pengembangan Ekonomi KPw BI Tasikmalaya Yusi Yuliana menambahkan berkaitan dengan pertanyaan anggota dewan terkait sektor ekonomi apa yang cocok di Kota Tasikmalaya. Jika mengacu pada Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB, sektor perdagangan merupakan paling tinggi di Kota Tasikmalaya, disusul sektor konstruksi, serta industri pengolahan.

"Dari sektor transportasi dan pergudangan sudah cukup tinggi dan masih bisa dikembangkan lagi. Sedangkan dari tingkat share di PDRB, dari sektor pertanian cukup kecil. Akan tetapi jika dilihat potensinya cukup besar. Bahkan, secara praktisnya, lahan tidur bisa dikembangkan dan dijadikan lahan untuk menanam bawang merah, yang secara tidak langsung menjadi upaya untuk menahan laju inflasi yang ditimbulkan dari komoditi bawang merah," katanya.

Sementara itu, Asisten Manajer Unit Pengembangan Ekonomi KPw BI Tasikmalaya, Fatimah Hidayati menuturkan alur pendampingan WUBI dilakukan dari hulu sampai hilir. Para anggota WUBI diajak untuk berani bereksplorasi, keluar dari zona nyaman, dan fokus atas apa yang akan diproduksinya.

"Tentu kita terus berikan pelatihan, pendampingan, dan monitoring agar dapat terpantau sejauh mana perkembangan anggota WUBI, sampai dia berhasil meningkatkan marketshare-nya, memiliki banyak pelanggan dan order, serta masuk ke digital market sebagaimana kebutuhan di era digitalisasi," katanya.*

 

Lihat : Gema Madani Simpati Berdayakan Ekonomi Masyarakat