Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Gelar Sarling di Kota Tasikmalaya

Rabu, 15 Januari 2020 21:06 Erni Nur'aeni Daerah

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Gelar Sarling di Kota Tasikmalaya


Koropak.co.id - Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat yang juga merupakan istri Gubernur Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil menggelar Siaran Keliling (Sarling) ke Kota Tasikmalaya, Rabu (15/1/2020) yang dimulai dengan meninjau Pasar Induk Cikurubuk, mengunjungi Madrasah Miftahul Ulum Purbaratu Kota Tasikmalaya, hingga mengukuhkan Bunda Genre Kota Tasikmalaya di Aula Balekota Tasikmalaya.

Selaku Duta Pasar Rakyat Jawa Barat, Atalia mengatakan tujuannya meninjau Pasar Induk Cikurubuk untuk melihat perkembangan pasar sekaligus meninjau sejauh mana ketercapaian kesejahteraan para pedagang.

"Begitupun bagi pembeli, perlu diperhatikan bagaimana membuat pembeli nyaman berbelanja, tidak mengeluh becek, tidak banyak sampah dan bau sehingga dapat belanja dengan tenang. Kedatangan kami ke pasar tidak hanya melakukan peninjauan, namun juga sebagai dorongan agar ada pembinaan lanjutan bagi pengelolaan pasar agar lebih baik," katanya..

Atalia pun mengaku kaget tatkala melihat sampah yang masih menggunung di Pasar Induk Cikurubuk dengan luas 4,4 hektar. Atalia berharap persoalan sampah tersebut dapat ditindaklanjuti agar Pasar Induk Cikurubuk terbebas dari sampah, yang muaranya pedagang dan pembeli akan merasa nyaman.

 

Koropak.co.id - Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Gelar Sarling di Kota Tasikmalaya (2)

 

Baca : Atalia Kamil Lantik Bunda Genre Kota Tasikmalaya

 

Usai dari Pasar Induk Cikurubuk, Atalia mengunjungi Madrasah Iftahul Ulum Purbaratu Kota Tasikmalaya dengan melaksanakan pembinaan terkait program Cegah Stunting. Sebagai Ketua TP PKK Jabar, Atalia memaparkan kasus stunting di Jabar mengalami kenaikan dari 29,2 persen menjadi lebih dari 30 persen.

"Kami pun belum memahami apakah data tersebut memang baru ditemukan sekarang atau ada anak baru lahir dan mengalami kondisi stunting?. Namun kami berharap di tahun 2023 tidak ada lagi kenaikan angka stunting," katanya.

Untuk mencegah pertumuhan stunting, ucap Atalia, perlu ada pembinaan serta pemahaman bagi masyarakat dalam pencegahannya agar dapat keluar dari kasus-kasus stunting. Pembinaan tersebut tentunya untuk mendeteksi langsung ke titik sasaran permasalahan tumbuhnya stunting.

"Berdasarkan data, kasus stunting di Keluarahan Cikareo Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya mencapai 46 orang. Angka tersebut cukup tinggi dan harus ditangani. Tumbuh kembang anak harus didorong dan orangtua penderita stunting harus diberi pemahaman. Perlu dilakukan pula edukasi akan tindakan pencegahan stunting dan pembinaan Akseptor KB bagi masyarakat," katanya.*

 

Baca pula : Di Kota Tasikmalaya, Kasus Stunting Capai Angka 32 Persen

 


Berita Terkait