BDC Putuskan Rantai Pengrajin Mendong Dengan Tengkulak

Jum'at, 17 Januari 2020 17:38 Erni Nur'aeni Daerah

BDC Putuskan Rantai Pengrajin Mendong Dengan Tengkulak


Koropak.co.id - Business Development Center (BDC) Kota Tasikmalaya mengadakan pertemuan dan diskusi bersama para pengrajin tikar mendong yang merupakan satu dari tujuh produk unggulan Kota Tasikmalaya. Pertemuan dilaksanakan di kediaman salah seorang pengurus BDC di Cibodas RT 02/RW 09 Keluarahan Sukajaya Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, Kamis (17/1/2020).

Manager BDS Kota Tasikmalaya, Maman mengatakan adanya pertemuan tersebut sebagai upaya untuk memberikan motivasi serta mendengar masalah yang terjadi pada para pengrajin mendong untuk dilanjutkan ke rapat koordinasi bulanan.

"Setelah mendengar keinginan para pengrajin, kami akan bawa untuk didiskusikan ke rapat koordinasi dengan mengundang dinas-dinas terkait sehingga dapat tersampaikan secara langsung," katanya.

Setelah berdiskusi dengan para pengrajin, keluhan dari para pengrajin sangat beragam, salah satunya kekurangan bahan baku mendong yang saat harganya mencapai Rp 1 juta untuk satu kwintal.

"BDC akan mengusahakan untuk memberi bantuan berupa bahan baku, sehingga mereka dapat berproduksi," katanya.

 

 

Koropak.co.id - BDC Putuskan Rantai Pengrajin Mendong Dengan Tengkulak (2)

 

Baca : BDS Fair, Media Temu Bisnis dan Tumbuh Kembang UMKM

Selain membantu pengrajin, bantuan bahan baku juga menjadi upaya memutus rantai bandar atau tengkulak yang merugikan para pengrajin karena secara tidak disadari para pengrajin hanya memberi keuntungan bandar.

"Bandar ini mungkin memberikan uang secara tunai namun di sisi lain malah merugikan pengrajin dengan upah yang tidak seberapa. Oleh sebab itu kita harus memotong rantai ke bandar," ujarnya.

BDC pun menginginkan peran pemerintah untuk memajukan UMKM. Tidak hanya sekedar mengambil pengusaha besar, akan tetapi diharapkan lebih merata sehingga pertumbuhan ekonomi pun meningkat.

"Harapannya pengusaha kecil pun dilihat dan diperhatikan. Dengan adanya BDC, menjadi jembatan pengrajin mendong untuk dapat berkembang, sebab SDM pengrajin mendong masih diminati," katanya.

Salah seorang pengrajin mendong, Oom menginginkan diberikan bahan baku mendong tanpa adanya dana pinjaman sehingga usahanya dapat berkembang. Oom juga tidak menginginkan berbelanja bahan baku ke bandar karena hanya membawa kerugian bagi para pengrajin.*

 

Baca pula : UMKM Mesti Manfaatkan Peluang 100 Tahun Sekali


Berita Terkait