Melawan Begal, Pelajar di Malang Diancam Penjara Seumur Hidup

Sabtu, 18 Januari 2020 08:18 Eris Kuswara Daerah

Melawan Begal, Pelajar di Malang Diancam Penjara Seumur Hidup


Koropak.co.id - Kasus ZL (17), seorang pelajar yang menikam begal hingga tewas untuk melindungi pacarnya kini tengah bergulir di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang. Dalam persidangannya, jaksa penuntut umum mendakwa ZL dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak, Jumat (17/1/2020) jeratan pasal yang diberikan kepada ZL tersebut dinilai kurang tepat. Hal tersebut dikarenakan warga asal Gondanglegi Kabupaten Malang itu terpaksa menikam begal hingga tewas demi membela dirinya dan sang pacar.

Seperti yang diketahui, ZL menikam Misnan (35), seorang begal yang hendak merampas dan memerkosa pacarnya. Peristiwa itu terjadi di tepi jalan ladang tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada 8 September 2019 lalu.

Dalam penanganan kasus tersebut, Polres Malang pun tidak melakukan penahanan terhadap ZL dikarenakan pertimbangan status tersangka yang masih seorang pelajar. Bahkan perbuatan yang dilakukannya itu juga dinilai masuk ke dalam kategori pembelaan diri atau noodweer sesuai dengan Pasal 49 KUHP.

Adapun kronologisnya, ZL yang sedang duduk bersama pacarnya didatangi oleh Misnan dan dua orang temannya. Misnan bermaksud hendak membegal ZL dan melontarkan ucapan akan menggilir pacar ZL berinisial V.

Atas kejadian itu, ZL lantas membela diri dan menusukkan pisau ke dada Misnan. ZL diketahui sudah menikah dan memiliki satu orang anak, meskipun, ZL masih berstatus pelajar.  Pacar yang dibawa dan dibela ZL kala itu bukanlah istrinya, melainkan perempuan berbeda.

 

Koropak.co.id - Melawan Begal, Pelajar di Malang Diancam Penjara Seumur Hidup (2)

 

Baca : Sadis! Sopir Taksi Online Di Tasikmalaya Dibacok Teman Sendiri

Salah satu penasihat hukum ZL, Bhakti Riza Hidayat mengatakan, hal yang sangat disayangkan adalah dakwaannya berisi pasal berlapis. Salah satunya adalah dakwaan primer yang harus dibuktikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Pasal 340 KUHP terkait dengan Pasal Pembunuhan Berencana.

"Selain dakwaan primer dengan Pasal 340, JPU juga turut menerapkan dua pasal subsider kepada terdakwa yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup dan Pasal 351 KUHP terkait dengan Penganiayaan yang menyebabkan kematian," kata Bhakti.

Ditambahkan Bhakti, hari ini adalah persidangan atas perkara yang menjerat ZL dengan agenda putusan sela atau interim meascure. Dalam persidangan tersebut, ZL didampingi oleh 5 pengacaranya yakni Bhakti Riza Hidayat, Lukman Chakim, Novi Zulfikar, Moch Asni Fitrian dan Afrizal Multi Wibowo. Kelima pengacara tersebut tergabung dalam BRH and Associates Law Office.

"Tadi majelis hakim dalam memutuskan perkara lanjut dengan agenda persidangan akan dimulai kembali pada pekan depan," ucapnya.*

 

Baca pula : Waspada Begal Kembali Beraksi Di Tasikmalaya


Berita Terkait