Kebakaran Kantor Desa Neglasari Tasikmalaya Menyisakan Pertanyaan

Minggu, 19 Januari 2020 00:40 D. Farhan Kamil Daerah

Kebakaran Kantor Desa Neglasari Tasikmalaya Menyisakan Pertanyaan

 

Koropak.co.id - Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran yang menghanguskan sebagian kantor Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya menyisakan pertanyaan besar terkait penyebab kebakaran tersebut.

Bahkan hingga kini polisi menerapkan status qou untuk kantor Desa Neglasari, sebelum ditemukan penyebab utama kebakaran yang akan ditelusuri langsung oleh tim Puslabfor Mabes Polri pada Senin Besok.

"Saat ini diterapkan penjagaan dengan status quo sebelum kami kembali ke lokasi kejadian bersama tim Mabes Polri. Rencananya Senin pekan depan," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo De Cuellar Tarigan, Sabtu (11/1/2020).

Sementara itu, Camat Jatiwaras, Enong Mawadi Majid, menyebutkan jika sebelum terjadi kebakaran ini, warga Desa Neglasari melakukan aksi unjuk rasa sebanyak dua kali, yakni tanggal 6 dan 15 Januari 2020.

Warga meminta kejelasan dan keterbukaan mengenai anggaran desa. "Iya sebelumnya di sini ada aksi demo warga. Mereka menuntut kejelasan dan keterbukaan anggaran. Meskipun Kades sudah memampang penggunaan anggaran di kantor desa," tutur camat saat meninjau lokasi kebakaran.

Pada Rabu (15/1/2020) sekitar jam 09.30 sampai dengan 11.30 WIB, sekitar 300 warga Desa Neglasari yang terhimpun dalam Forum Masyarakat Neglasari, melakukan aksi damai di depan kantor Pemerintahan Desa Neglasari.

Dalam kegiatan aksi yang dipimpin oleh koordinator lapangan (korlap) Sani Hudaya itu, diterima Camat Jatiwaras. Sementara Kades Neglasari, Wowon tidak hadir.

 

Koropak.co.id - Kebakaran Kantor Desa Neglasari Menyisakan Pertanya

 

 

Baca : Geger, Kantor Desa Neglasari Tasikmalaya Hangus Terbakar

Dengan membawa alat peraga berupa bendera Merah Putih, soundsystem, dua unit mobil komando dan sejumlah poster serta spanduk, masa menyampaikan adanya dugaan tindak pidana korupsi di Pemerintahan Desa Neglasari oleh Kepala Desa.

"Kami datang kesini untuk memperbaiki roda Pemerintahan Desa Neglasari yang bobrok," teriak masa.

Selain itu, masa menilai bahwa penerapan Dana Desa oleh Kepala Desa, tidak sesuai dengan regulasinya. "Kami meminta Kepala Desa untuk tabayun atau meminta maaf terhadap masyarakat secara lisan dan tulisan," kata Sani.

Dengan tidak hadirnya kepala desa terang dia, sudah jelas menunjukkan bahwa adanya permasalahan di Desa Neglasari. "Kami meminta Kepala Desa untuk menyampaikan informasi dan melaporkan pertanggungjawaban penggunaan anggaran Desa mulai tahun 2016 hingga 2019 terhadap masyarakat Neglasari secara lisan dan tulisan," ujarnya.

Di samping itu, masa pun mendesak Inspektorat untuk meninjau ulang kinerja Pemerintahan Desa Neglasari. Meminta Badan Pemeriksa Keuangan untuk memeriksa keuangan Desa Neglasari. Meminta lembaga satgas Dana Desa untuk turun langsung mengontrol Pemerintah Desa Neglasari dan meminta KPK untuk memeriksa Kepala Desa Neglasari.*

 

Baca : Terdengar Suara Kaca Pecah Sebelum Kebakaran, Kantor Desa Neglasari Dibakar?

 

 


Berita Terkait