Program Kepariwisataan di Kota Tasikmalaya Hanya Angin Surga

Selasa, 21 Januari 2020 19:37 Clara Aditia Parlemen

Program Kepariwisataan di Kota Tasikmalaya Hanya Angin Surga


Koropak.co.id - Angota Komisi II dari Fraksi PKS, Ing. M. Rijal AR Sutadiredja, M.AB menilai tanpa adanya Rencana Induk Strategis Kepariwisataan, program kepariwisataan di Kota Tasikmalaya pada Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Tasikmalaya hanya angin surga.

Hal itu disampaikan Rijal kepada Koropak selepas Rapat Kerja Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dengan Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Selasa (21/1/2020).

"Harusnya Kota Tasikmalaya punya Rencana Induk Strategis Kepariwisataan dengan interval 5 tahunan atau 10 tahunan, yang bisa jadi rujukan untuk program kepariwisataan. Jadi ke depan, siapapun kepala daerahnya, siapapun Kepala Dinasnya, ada rujukan untuk program kepariwisataan sehingga terarah, terukur, dan sesuai koridor menuju pengembangan sektor pariwisata di Kota Tasikmalaya," katanya.

Bahkan, kata Rijal, Kota Tasikmalaya hanya memiliki Perwalkot Nomor 29 Tahun 2015 tentang Peraturah Pelaksanaan Perda Kota Tasikmalaya Nomor 8 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan yang sama sekali di dalamnya tidak mengatur rencana strategis pengembangan kepariwisataan di Kota Tasikmalaya.

Ditambahkan Rijal, terlepas dari itu, pihaknya mengusulkan empat poin fokus Disporabudpar Kota Tasikmalaya. Pertama, menyiasati minimnya destinasi wisata di Kota Tasikmalaya, harus ada program strategis untuk menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai city hub. Jadi bagi wisatawan yang akan berwisata ke kota lain, harus bisa mampir dan belanja atau menginap di Kota Tasikmalaya.

"Selanjutnya, coba menyatukan dua bidang di Disporabudpar, yakni pariwisata dan olahraga menjadi sebuah event yang bisa menarik wisatawan datang ke Kota Tasikmalaya. Misalnya dengan mengadakan lomba sepeda balap di jalan protokol di Kota Tasikmalaya atau lomba marathon keliling Kota Tasikmalaya, menyusuri setiap jengkal panorama alam Kota Tasikmalaya," katanya.

 

Koropak.co.id - Program Kepariwisataan di Disporabudpar Kota Tasikmalaya Hanya Angin Surga

 


Ketiga, menggaet komunitas online maupun offline, misal komunitas Event Organizer, pemusik, hingga komunitas kerajinan untuk menciptakan event yang bisa menjadi magnet wisatawan datang ke Kota Tasikmalaya.

Keempat intensifikasi di wilayah berpotensi Situ Gede yang selama ini dipegang Pemprov Jabar, semoga ke depan kepariwisataannya bisa dipegang Kota Tasikmalaya. Berkreasi agar orang senang datang ke Situ Gede. Cari minat dan kesukaan masyarakat datang ke Situ Gede. Misalnya orang datang ke Situ Gede untuk makan siapkan spot kulinernya. Orang datang ke Situ Gede untuk jogging, siapkan jogging track-nya yang representatif. Atau orang datang ke Situ Gede untuk familly gathering, siapkan fasilitas dan wahana pendukungnya seperti arena outbond.

Adanya ketidaksejalanan dinas dalam pelaksanaan Tasikmalaya Oktober Festival (TOF), turut menjadi sorotan Rijal. Pihaknya menyarankan untuk menyingkirkan ego sektoral. Setiap OPD yang berkorelasi langsung dalam pelaksanaan TOF harus bisa bersatu. Termasuk merangkul dan mempererat sinergi dengan stakeholder terkait, salah satunya Bank Indonesia yang secara notabene Bank Indonesia merupakan pencetus awal TOF melalui Tasikmalaya Creative Festival (TCF).

"Berdasarkan evaluasi kinerja Disporabudpar Kota Tasikmalaya di tahun 2019, di bidang pariwisata hanya ada 4 program dengan 7 kegiatan. Jelas mereka perlu diperkaya dengan program, dan didorong dengan anggaran yang lebih besar agar mereka bisa lebih eksplor program-program kepariwisataan dan memberikan warna dalam meningkatkan sektor pariwisata. Ingat, kita tidak punya banyak destinasi alam, makanya dalam sektor pariwisata kita harus lebih kreatif," tuturnya.*


Baca pula : Asal Jelas Target dan Dampak, Dewan Akan Dorong Peningkatan Anggaran


Berita Terkait