Disporabudpar Kota Tasikmalaya Akan Kembangkan Kampung Salapan

Selasa, 21 Januari 2020 22:48 Clara Aditia Parlemen

Disporabudpar Kota Tasikmalaya Akan Kembangkan Kampung Salapan


Koropak.co.id - Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Hadian menuturkan jika sebelumnya kemitraan Disporabudpar Kota Tasikmalaya hanya dengan Komisi IV, kini bidang pariwisata kemitraannya ada di Komisi II.

Oleh sebab itu dalam Rapat Kerja Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dengan Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Selasa (21/1/2020), Disporabudpar memaparkan program-program kepariwisataan yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan.

"Tadi kami jelaskan selama 2019 program-program yang kami laksanakan tidak menemui kendala berarti. Semua program terlaksana. Hanya saja, permasalahan yang masih membelenggu ada pada permasalahan anggaran. Program sudah maksimal tapi anggaran minim," katanya.

Di tahun 2020, ucap Hadian, Disporabudpar lebih terfokus pada upaya menggali potensi wisata yang ada. Termasuk wacana penataan Situ Gede yang mendapat dorongan dan dukungan dari DPRD Kota Tasikmalaya.

"Tadi kita paparkan pula retribusi Situ Gede. Pada 2019, kita ditarget PAD Rp 60 juta per tahun dengan harga tiket masuk sebelum naik masih Rp 2.000 dan hanya tercapai retribusi lebih dari Rp 40 juta. Setelah tiket naik jadi Rp 4.000, target 2020 jadi naik jadi Rp 120 juta per tahun," tuturnya.

Sedangkan untuk retribusi dari UPTD Dadaha, di tahun 2019 dengan target Rp 132 juta per tahun, tercapai 104 persen. Di tahun 2020 ada peningkatan target PAD menjadi Rp 163 juta per tahun.

 

Koropak.co.id - Disporabudpar Kota Tasikmalaya Akan Kembangkan Kampung Salapan (3)

 

Baca : Berpikir Out Of The Box Ciptakan Magnet Wisatawan di Kota Tasikmalaya

 

Sekretaris Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Rita Melia menuturkan untuk tahun 2020, ada beberapa rencana yang disiapkan, mulai dari kolaborasi pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya yang diyakini akan memperkaya destinasi wisata, meningkatkan roda perekonomian, serta menambah PAD.

"Bantuan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) akan disalurkan dalam program fisik dan non fisik. Untuk program fisik mencakup pembuatan pedestrian, gapura identitas, serta papan petunjuk wisata. Sedangkan untuk non fisik mencakup pelatihan arung jeram, pelatihan kuliner, pengembangan wisata perkotaan, pengembangan guest house serta terpenting, pemeliharaan objek wisata Situ Gede," tutur Rita.*

 

Baca pula : Program Kepariwisataan di Kota Tasikmalaya Hanya Angin Surga

 


Berita Terkait