Jika Pemerintah Lebih Awas, Kegaduhan Bank Emok Tidak Harus Terjadi

Rabu, 22 Januari 2020 17:39 Clara Aditia Parlemen

Jika Pemerintah Lebih Awas, Kegaduhan Bank Emok Tidak Harus Terjadi


Koropak.co.id - Angota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Ing. M. Rijal AR Sutadiredja, M.AB menuturkan Pemerintah Kota Tasikmalaya kecolongan seiring dengan viralnya isu bank emok di Kota Tasikmalaya. Padahal, jika Pemkot Tasikmalaya lebih awas dan dapat memberikan perhatian kepada lembaga-lembaga keuangan seperti Permodalan Nasional Madani (PNM), Pemkot Tasikmalaya bisa mencegah terjadinya fenomena bank emok karena pada kenyataannya tidak semua penyalur kredit mikro seperti PNM adalah bank emok.

Demikian disampaikan Rijal kepada Koropak selepas melakukan on the spot bersama Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya ke Kantor PNM Tasikmalaya, Rabu (22/1/2020).

"Sebetulnya bank emok itu banyak klasifikasinya. Seperti PNM dengan produk kredit Mekaar. Targetnya jelas, ibu rumah tangga berpenghasilan rendah, unbankable, sistem tanggung renteng, berkelompok, dan dengan suku bunga 25 persen. Hanya saja, PNM memiliki keunggulan, sebelum penyaluran pinjaman, calon penerima diberi pelatihan selama 3 hari dan setelah diberi pinjaman ada pelatihan rutin setiap 2 bulan sekali. PNM juga terus melakukan monitoring dengan target 25 minggu debitur punya usaha," tutur Rijal.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi II mendapat penjelasan dari PNM bahwa di Kota Tasikmalaya tercatat ada 40.000 nasabah Mekaar dengan jumlah kelompok mencapai 2.000 kelompok. Program Mekaar sangat efektif dalam menggerakan ekonomi masyarakat pra sejahtera yang mestinya mendapat dukungan dan perhatian dari pemerintah daerah.

"Tinggal melihat bagaimana godwill Pemkot Tasikmalaya melihat program ini. Bagaimana spirit Pemkot Tasikmalaya merangkul PNM yang menggerakan ekonomi masyarakat bawah melalui produk Mekaarnya. Ke depan, jika Pemkot Tasikmalaya dapat berkolaborasi dengan PNM, Pemkot Tasikmalaya bisa mengadopsi program Mekaar, dan memodifikasinya dengan segmentasinya menyasar pemuda produktif," katanya.

 

Koropak.co.id - Jika Pemerintah Lebih Awas, Kegaduhan Bank Emok Tidak Harus Terjadi (2)

 

Baca : OJK Tasikmalaya Tegaskan Bank Emok Berbeda Dengan Rentenir

Hal itu, kata Rijal, akan menjadi solusi atas permasalahan minimnya lapangan pekerjaan yang tidak sepadan dengan banyaknya angkatan kerja di Kota Tasikmalaya. Jika Pemkot Tasikmalaya tidak siap, tentunya permasalahan tersebut akan menyebabkan bertambahnya angka pengangguran yang dapat memicu munculnya masalah sosial, menumbuhkan kriminalitas, mendorong terganggunya kenyamanan dan keamanan, sehingga investasi pun akan jauh dari Kota Tasikmalaya.

"Coba pelajari produk Mekaar. Kredit mikro dengan akses mudah tersebut mendorong penerima kreditnya memiliki usaha dalam waktu 25 minggu setelah menerima kredit. Bahkan, tingkat pertumbuhannya sendiri hingga saat ini di Tasikmalaya sudah sangat luar biasa. Nasabah di Kota Tasikmalaya mencapai 40.000 yang terbagi dalam 2.000 kelompok dengan tingkat kemacetan hanya 69 orang," katanya.

Adanya produk Mekaar dari PNM telah mendorong lembaga-lembaga penyalur kredit ilegal seperti rentenir mulai gerah. Harusnya, Pemkot Tasikmalaya mau bergerak untuk memberikan perhatian terhadap PNM yang sudah berdiri sejak 2013. PNM harusnya diajak bersinergi dengan tujuan untuk profiling kondisi ekonomi masyarakat bawah, dengan goal meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.*

 

Baca pula : Program Mekaar PNM Jadi Tamparan Keras Bagi WUB


Berita Terkait