Pemkot Tasikmalaya Jangan Mudah Termakan Isu Viral Bank Emok

Rabu, 22 Januari 2020 19:14 Clara Aditia Parlemen

Pemkot Tasikmalaya Jangan Mudah Termakan Isu Viral Bank Emok

 

Koropak.co.id - Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Ir. Tjahja Wandawa menuturkan pertemuan Komisi II dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) Kota Tasikmalaya yang digelar Rabu (22/1/2020) merupakan wujud tindak lanjut pertemuan Komisi II dengan OJK yang sebelumnya dihelat pada 8 Januari 2020.

"Kala itu kami berkunjung ke OJK guna menggali informasi lebih dalam terkait bank emok. Kemudian kami menyambangi PNM sebagai lembaga penyalur kredit Mekaar yang digembor-gemborkan sebagai bank emok. PNM merupakan lembaga yang legal dan berada di bawah pengawasan OJK," katanya.

Setelah berdialog langsung dengan PNM, ucap Tjahja, diketahui bahwa PNM memiliki produk kredit yang pro rakyat pra sejahtera dengan visi misi gotong royong nasionalisme. Kredit Mekaar PNM bermanfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah di bawah Rp 800 ribu per bulan agar mereka dapat mengakses dana dengan murah dan mudah.

"Ini merupakan upaya peningkatan daya beli masyarakat. Jadi masyarakat berpenghasilan rendah didorong supaya penghasilannya meningkat. Tentunya jika penghasilan meningkat, maka daya beli pun akan turut meningkat. Secara otomatis roda ekonomi berjalan baik," katanya.

 

Koropak.co.id - Pemkot Tasikmalaya Jangan Mudah Termakan Isu Viral Bank Emok (2)

 

Baca : Program Mekaar PNM Jadi Tamparan Keras Bagi WUB

 

Terkait viralnya isu bank emok, ucap Tjahja, kini sudah terjawab, yang pada kenyataannya tidak seperti itu. Contohnya PNM dengan kredit Mekaar yang justru menjadi upaya melawan rentenir. Oleh sebab itu Komisi II mendorong agar Pemkot Tasikmalaya, para kepala dinas, camat, lurah, hingga RT dan RW agar memahami terlebih dahulu bank emok dan jangan mudah termakan isu sesaat hingga akhirnya merugikan semua.

"Kami juga mengimbau masyarakat jangan buru-buru men-judge apa yang viral sebagai hal negatif. Kredit yang disalurkan PNM merupakan usaha yang positif dengan tujuan mulia, menumbuhkan geliat ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah agar kesejahterannya dapat tumbuh," tuturnya.

Tjahja menambahkan, Komisi II berpesan agar dalam menyalurkan kredit Mekaar, PNM harus jeli dan selektif agar tidak adalagi masyarakat yang punya double pinjaman ke lembaga pembiayaan lain yang menjadi awal dari permasalahan tunggakan kredit.*

 

Baca pula : Diduga, Bank Emok Hanyalah Produk Lembaga Keuangan Ilegal

 


Berita Terkait