Kampung Literasi Dorong Minat Baca di Kecamatan Kawali Ciamis

Sabtu, 25 Januari 2020 16:06 Rizal Amirullah Desa

Kampung Literasi Dorong Minat Baca di Kecamatan Kawali Ciamis

 

Koropak.co.id - Guna menumbuhkan minat baca di kalangan usia sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Kawali, digelar sosialisasi Kampung Literasi di Aula Balai Desa Winduraja Kecamatan Kawali, Jumat (24/1/2020).

Sosialisasi tersebut merupakan wujud spirit Pemerintah Kecamatan Kawali untuk menggelorakan gemar membaca di kalangan siswa. Termasuk menggiatkan kembali aktivitas perpustakaan yang ada di seluruh wilayah Kecamatan Kawali, salah satunya perpustakaan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Winduraja Kawali yang sudah berdiri sejak 5 tahun lalu.

Dikonfirmasi Koropak, Sabtu (25/1/2020) Camat Kawali, Drs. Yayan Heryana menuturkan Kampung Literasi menjadi upaya membudayakan gemar membaca di Kecamatan Kawali, khususnya di Winduraja.

"Kampung Literasi merupakan kampung yang menggelorakan aktivitas membaca dan belajar," katanya.

Ketua Yayasan Galuh Kinasih yang merupakan Yayasan pendiri perpustakaan di MI Winduraja, Agus Munawar menuturkan Kampung Literasi menjadi alat kontrol dan penyeimbang atas dampak era globalisasi di mana internet kian merajai dunia informasi.

"Coba bayangkan, kita bisa dengan mudah melihat apa saja yang kita mau melalui ponsel yang terkoneksi internet. Inilah yang menjadi salah satu penyebab adanya penurunan minat membaca di perpustakaan," tuturnya.

 

Koropak.co.id - Kampung Literasi Dorong Minat Baca di Kecamatan Kawali Ciamis (2)

 

Baca : Literasi Harus Membangkitkan Gairah Menulis

Untuk memotivasi aktivitas membaca, kata Agus, kegiatan di perpustakaan tidak cuma membaca saja, tapi bisa sharing keilmuan.

"Bahkan kegiatan membaca tidak hanya di dalam ruangan, tapi juga dilakukan di alam terbuka," katanya.

Salah seorang relawan Kampung Literasi Kawali Ciamis, Dika Zuchdan Sumira menuturkan memang cukup repot harus menaikan ribuan buku ke mobil perpustakaan keliling kemudian menatanya.

"Bahkan, harus mendata kemudian menurunkan lagi saat kegiatan membaca di luar ruangan sudah selesai. Tapi tapi kami melakukan semua ini dengan senang hati dan ikhlas," kata Dika.

Ditambahkan Dika, kegiatan membaca tidak hanya sambil duduk di ruangan, tapi dipadukan dengan aktivitas lain, termasuk sambil ngaliwet di alam terbuka atau sembari ngabuburit saat bulan puasa tiba nanti.*

 

Baca pula : Budaya Membaca Buku di Masyarakat Sudah Lama Dilupakan