Forum Cabor Beladiri Kota Tasikmalaya Ragukan Spirit Pemerintah

Senin, 27 Januari 2020 21:23 Clara Aditia Parlemen

Forum Cabor Beladiri Kota Tasikmalaya Ragukan Spirit Pemerintah


Koropak.co.id - Forum Diskusi Cabor Beladiri Kota Tasikmalaya mengadu kepada Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya seiring dengan ketiadaan Gedung Olahraga Beladiri di Kota Tasikmalaya.

Selama ini, cabor beladiri baik tinju, karate, taekwondo, kickboxing, tarung derajat, muay thai, dan olahraga beladiri lainnya hanya mengandalkan gedung-gedung olahraga yang sangat jarang kebagian jadwal.

"Untuk latihan saja, pernah bentrok jadwal karena gedungnya digunakan nikahan. Kita sampai tidak jadi latihan. Pada akhirnya, kita hanya di tempat yang asal ada. Seperti tinju, saat mau menghadapi Porprov kita latihan di depan rumah bahkan sampai di pinggir jalan," ujar H. Dadan Sudrajat, Ketua Harian Pertina Kota Tasikmalaya kepada Koropak selepas audiensi bersama Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (27/1/2020).

Forum Cabor Beladiri, ucap H. Dadan, juga mempertanyakan komitmen pemerintah untuk mengapresiasi raihan prestasi dari para atlet beladiri. Terlebih untuk Kota Tasikmalaya sendiri, cabor beladiri menjadi lumbung untuk mendulang medali emas.

"Cuma, bagaimana atlet kita mau berprestasi kalau apresiasi dari pemerintahnya saja nihil. Contoh mudahnya saja, gedung untuk olahraga beladiri, kita harus latihan di mana, menggelar kompetisi di mana? Di sinilah letak komitmen dukungan pemerintah kita pertanyakan," katanya.

Dalam audiensi tersebut, ucap H. Dadan, tercipta komitmen Ketua Komisi IV untuk menegaskan kepada Walikota Tasikmalaya agar gedung-gedung sarana olahraga yang ada di Kota Tasikmalaya dipakai sesuai peruntukannya, tidak boleh dipakai acara lain selain olahraga.

 

Koropak.co.id - Forum Cabor Beladiri Kota Tasikmalaya Ragukan Spirit Pemerintah (2)

Sementara itu, Pelatih Cabor Taekwondo, Agus Rolex menuturkan dijadikannya Kota Tasikmalaya sebagai tuan rumah Porprov 2022 harus menjadi perhatian semua pihak. Jangan kalah euforianya dengan masa di mana Kota Tasikmalaya jadi tuan rumah di tahun 1992.

"Tapi sekarang, terasa beda animonya. Perayaan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut akan digelar 2 tahun lagi tapi belum terasa geliatnya. Harusnya jangan kalah pas jadi tuan rumah di tahun 1992 lalu. Apalagi sekarang Tasikmalaya kan jadi Kotamadya, kota mandiri. Harusnya ada keinginan untuk memperlihatkan bahwa Kota Tasikmalaya mampu," katanya.

Tapi, ucap Agus, semua turut bergantung kepada para pucuk pimpinan. Tidak dapat diketahui bagaimana greget kepala daerahnya, apakah hanya pelaku olahraganya saja yang greget menyambut Porprov? Bagaimana dengan animo kepala daerahnya?.

"Tapi kan kalau yang greget hanya pelaku olahraganya saja tanpa didukung pemerintah, ya mau bagaimana? Kita minta keseriusan pemerintah atas dukungannya terhadap kita di cabor beladiri," ucap Agus.*

 

Baca : Pemerintah Lalai Atas Apresiasi, Atlet Mengabdi Untuk Daerah Lain 


Berita Terkait