Pemerintah Lalai Atas Apresiasi, Atlet Mengabdi Untuk Daerah Lain

Selasa, 28 Januari 2020 06:20 Clara Aditia Parlemen

Pemerintah Lalai Atas Apresiasi, Atlet Mengabdi Untuk Daerah Lain


Koropak.co.id - Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Dede Muhammad Muharram menilai merupakan sebuah hal wajar jika dan bukan hal yang perlu dihebohkan para atlet Kota Tasikmalaya kelak pergi meninggalkan Kota Tasikmalaya dan membela daerah lain jika pemerintah lalai dalam memberikan penghargaan atas prestasi para atlet tersebut.

Demikian disampaikan Dede selepas menerima audiensi dari Forum Diskusi Cabor Beladiri Kota Tasikmalaya, Senin (27/1/2020).

"Tidak mungkin atlet berprestasi ketika penghargaan dari pemerintah kepada atlet dan pelatih tidak diatur regulasi. Justru, adanya usulan Perda Olahraga menjadi sebuah payung hukum untuk mendorong para atlet punya semangat tinggi guna meraih juara dan mengharumkan Kota Tasikmalaya," katanya.

Tapi, ucap Dede, semua itu akan sia-sia ketika pemerintah tidak punya perhatian bagi para atlet.

"Ketika pemerintah tidak menghargai prestasi-prestasi para atlet dengan sebuah penghargaan, jangan salahkan para atlet lari dari Kota Tasikmalaya dan membela daerah lain. Namun semua bisa terantisipasi saat ada Perda Olahraga," katanya.

Soal Perda Olahraga, kata Dede, dewan terlebih dahulu akan mendorong eksekutif untuk mengusulkannya sebagai Perda usulan eksekutif. Tapi ketika eksekutif tidak merespons, dewan akan mengusulkannya menjadi sebuah perda inisiatif. Perda tersebut akan benar-benar mengatur keterikatan, hak dan kewajiban semua pihak, mulai dari pemerintah, atlet, hingga pelatih.

"Soal gedung beladiri, kami Komisi IV menyerap usulan yang sangat rasional dan objektif terkait perlunya dibangun tempat latihan beladiri yang lebih representatif. Bagaimana prestasi mau tercapai kalau tempat latihannya saja tidak ada. Sekalinya ada, rebutan dengan acara hajatan," katanya.

 

Koropak.co.id - Pemerintah Lalai Atas Apresiasi, Atlet Mengabdi Untuk Daerah Lain (2)

 

Baca : Forum Cabor Beladiri Kota Tasikmalaya Ragukan Spirit Pemerintah

 

Komisi IV, ucap akan membuat rekomendasi bahwa tidak boleh ada yang memanfaatkan gedung olahraga untuk penggunaan di luar peruntukan, termasuk acara-acara seperti pernikahan.

"Keur mah gedung teh ngan saeutik, teu ka urus, dipakai hajatan, duh!. Kan kasian cabor beladiri dan cabor-cabor lain saat mau latihan gedungnya malah dipakai acara," kata Dede.

Para cabor beladiri, ucap Dede, ingin punya gedung tempat latihan yang representatif, bahkan secara khusus digunakan untuk seluruh cabor olahraga beladiri.

"Juara bisa diraih ketika latihan semakin intensif. Latihan bisa diintensifkan ketika tempatnya ada. Jadi, kalau tidak ada tempat untuk latihan, bagaimana mau meraih prestasi? Nanti rekomendasi untuk penggunaan gedung olahraga agar tidak digunakan untuk melaksanakan acara-acara di luar peruntukan gedung tersebut, akan menjadi salah satu klausul dari Perda Olahraga. Semoga secepatnya bisa terrealisasi," kata Dede.*

 

Lihat : Anggaran Minim Bukan Alasan Terhambatnya Pengembangan Kepariwisataan

 


Berita Terkait