LBH Ansor Tasikmalaya Harapkan Tersangka Pencabulan Anak Dihukum Maksimal

Selasa, 28 Januari 2020 19:24 Eris Kuswara Daerah

LBH Ansor Tasikmalaya Harapkan Tersangka Pencabulan Anak Dihukum Maksimal


Koropak.co.id - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Tasikmalaya bersama tokoh agama dan masyarakat se-Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya mendatangi Polres Tasikmalaya Kota untuk menyampaikan Surat Pernyataan resmi dari MWC Nahdhatul Ulama Kecamatan Sukaratu serta menanyakan perkembangan kasus kekerasan dan pencabulan terhadap balita 16 bulan, Senin (27/1/2020).

Dikonfirmasi Koropak, Selasa (28/1/2020) Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Asep Abdul Rofik, SH mengatakan, terdapat lima poin yang disampaikan. Salah satunya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polres Tasikmalaya Kota terkait kasus kekerasan dan pencabulan terhadap anak balita berusia 16 bulan yang terjadi di Kampung Sibaju Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya.

"Selain ditujukan ke Kapolres Tasikmalaya Kota, surat tersebut kami layangkan juga kepada Bupati Tasikmalaya, SKPD terkait serta Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk bersama-sama bertanggungjawab dalam pemulihan fisik dan psikis korbannya serta melakukan pencegahan agar tidak terulang kembali," kata Asep.

 

Koropak.co.id - LBH Ansor Tasikmalaya Harapkan Tersangka Pencabulan Anak Dihukum Maksimal

 

Baca : 6 Anak Di Singaparna Jadi Korban Pencabulan

Ditambahkan Asep, LBH Ansor selaku tim Kuasa Hukum korban bertemu dengan Kepala Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro, SH.,MH guna menanyakan perkembangan kasusnya.

"Alhamdulillah pihak kepolisian sudah menjawab dan tersangka hingga kini masih dalam penanganan sembari terus melakukan penggalian-penggalian informasi lainnya," katanya.

Menurut pandangan Ansor, kata Asep, jika melihat dari hasil visum dan pengakuan tersangka maupun saksi, kasus tersebut jelas tidak hanya pencabulan saja tetapi juga ada unsur kekerasannya.

Oleh sebab itu, tutur asep, tersangka diancam dengan 2 pasal, yakni Pasal 76C juncto Pasal 80 tentang Kekerasan atau Penganiayaan dan Pasal 76E juncto Pasal 82 tentang Pencabulan serta Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun dan 15 tahun penjara.*

 

Baca pula : Lagi, Pencabulan Anak Diciduk


Berita Terkait