Capaian Pajak Kota Tasikmalaya Naik 13 Persen Per Tahun

Jum'at, 31 Januari 2020 22:50 Clara Aditia Parlemen

Capaian Pajak Kota Tasikmalaya Naik 13 Persen Per Tahun


Koropak.co.id - Rapat Kerja Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasikmalaya, Kamis (30/1/2020) kemarin, mengupas evaluasi pencapaian kinerja Bapenda 4 tahun lalu, mulai 2016, 2017, 2018, dan 2019 serta proyeksi pendapatan 2020.

Dikonfirmasi Koropak, Jumat (31/1/2020) Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Gerindra, H. Murjani, SE.,MM evaluasi digelar guna mengetahui trend kinerja Bapenda, apakah naik, stagnan, atau bahkan menurun. Alhasil, di bawah komando Achdiyat Siswandi, kinerja Bapenda Kota Tasikmalaya luar biasa, termasuk dengan semangat dan ide-idenya tentang bagaimana untuk mendorong pencapaian untuk tahun 2020.

"Secara umum, trend kinerja mereka naik. Namun ada beberapa juga yang cenderung stagnan. Kami juga mempertanyakan langkah Bapenda untuk menggenjot beberapa ayat pajak agar bisa terdongkrak," katanya.

Jika dilihat dari 10 ayat pajak, kata Murjani, capaian Bapenda untuk pajak daerah memiliki trend cenderung berhasil naik. Ulasannya, realisasi di tahun 2016 mencapai Rp 95,298 milyar, di tahun 2017 mencapai Rp 107,804 milyar, tahun 2018 mencapai Rp 120,525 milyar, serta di tahun 2019 mencapai Rp 143,599 milyar. Sementara untuk di tahun 2020, tercatat sampai 31 Januari sudah mencapai Rp 10,248 milyar.

"Artinya dari tahun 2016 sampai 2019 mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 51 persen, atau rata-rata kenaikan sebesar 13 persen per tahun. Namun karena target tiap tahun naik, maka jika dihitung target vs pencapaian, rata-rata pun naik mencapai 4,24 persen per tahun," katanya.

Ditambahkan Murjani, kenaikan tersebut tentunya diperlukan kerja keras dan monitoring yang kuat, serta ide-ide yang inovatif. Contohnya inovasi di tahun 2019 tentang rumusan tarif PBB dan BPHTB, juga penerapan NJOP reklasifikasi, sampai penghapusan sanksi administrasi PBB yang terus disosialisasikan kepada masyarakat.

"Hal yang tidak kalah penting adalah inovasi pemasangan tapping box yang dinilai berhasil mendongkrak pencapaian target di pajak restaurant, hotel, hiburan dan parkir. Termasuk juga penerapan Sistem Informasi Manajemen untuk melihat secara realtime pencapaian pajak-pajak tersebut. Masyarakat pun bisa mengakses via website resminya di eis.tasik.dapda.id. Sama halnya dengan Komisi II, yang bisa mengakses secara realtime di layar TV yang disediakan di ruang komisi," katanya.

 

Koropak.co.id - Capaian Pajak Kota Tasikmalaya Naik 13 Persen Per Tahun

 

Baca : PAD Dari Retribusi Pelayanan Kesehatan Kembali Kepada Masyarakat

Murjani pun menyoroti keluhan Bapenda akan kurangnya kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak. Rencananya, wajib pajak yang kesadaran pajaknya masih kurang atau belum mengikuti aturan akan diajak diskusi bersama Komisi II dan Bapenda. Mereka akan dikumpulkan dan diberi arahan akan pentingnya taat membayar pajak.

"Harus kita tanamkan mindset berlomba paling besar membayar pajak. Jika mindset ini tertanam, akan sangat bagus untuk mendongkrak income PAD dari sektor pajak," katanya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Tasikmalaya, Achdiat Siswandi menuturkan untuk medongkrak target 2020, akan ada penambahan pemasangan tapping box sebanyak 70 buah sehingga total nanti ada 107 buah tapping box yang diharapkan akan mendongkrak pendapatan pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir naik secara signifikan.

"Menyoal hambatan, sampai saat ini kami masih kekurangan SDM. Kami juga mengalami hambatan dalam kurangnya kesadaran wajib pajak, seperti restoran-restoran besar yang susah bayar pajak, bahkan ada yang hanya bayar pajak Rp 50 ribu saja. Kami juga menerima masukan dari Komisi II untuk pajak reklame seperti baligho, billboard dan lainya yang sebaiknya distempel dan ditandatangani plus dicantumkan tanggal berakhirnya reklame. Hal itu seiring dengan kesiapan DPRD, Satpol PP dan masyakarat untuk memonitornya," katanya.*

 

Lihat : Kembali Ke Tarif Lama, Kisruh Tarif Parkir Temukan Jawaban

 


Berita Terkait