Hari Hijab Sedunia, Kampanyekan Kerukunan Umat Beragama

Sabtu, 01 Februari 2020 15:02 Eris Kuswara Nasional

Hari Hijab Sedunia, Kampanyekan Kerukunan Umat Beragama


Koropak.co.id - Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa hari ini, Sabtu (1/2/2020) merupakan Hari Hijab Sedunia atau World Hijab Day. Mengulas riwayatnya, Hari Hijab Dunia merupakan peringatan tahunan yang didirikan seorang warga New York Amerika Serikat, Nazma Khan pada1 Februari 2013.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak, Sabtu (1/2/2020) tujuan didirikannya Hari Hijab Sedunia adalah untuk mendorong para wanita dari semua agama dan latar belakang di seluruh dunia untuk mengenakan hijab. Gerakan tersebut pun mendapatkan simpati dan apresiasi dari berbagai kalangan.

Namun dengan latar belakang kelahirannya di Amerika Serikat yang merupakan negara minoritas umat muslim, membuat Hari Hijab Sedunia tidak mudah untuk didirikan. Bahkan negara tersebut memiliki pandangan yang menyebutkan bahwa hijab merupakan perampasan hak kalangan perempuan. Oleh karena itu tidak mengherankan, hijab sering menjadi sasaran empuk dari berbagai pihak yang tidak paham mengenai ajaran Islam.

Hasilnya di sana kaum muslimah sering menjadi korban serangan Islamofobia, mulai dari pelecehan, makian rasis, dan lainnya. Namun muslimah Amerika sadar dengan posisinya sebagai kaum minoritas, sehingga mereka memiliki kewajiban untuk meluruskan apa yang salah tentang hijab yang mereka kenakan.

 

Baca : Hey Hijabers! Ketahui Rahasia Tampil Cantik Alami Setiap Saat

Sang pendiri Hari Hijab Sedunia, Nazma sendiri pernah mengalami serangan Islamofobia. Oleh karena itu dia mengetahui bagaimana agar sebagian warga Amerika paham tentang hijab. Dia juga mengaku, selama di sekolah dia mendapat banyak julukan karena hijab yang dipakainya seperti batman atau ninja. Bahkan situasi itu juga tidak berubah ketika dia duduk di bangku kuliah.

"Saya besar dan tumbuh di Bronx, New York Amerika Serikat. Disana, saya mengalami banyak diskriminasi dikarenakan jilbab yang saya pakai. Teman-teman saya juga memberikan berbagai julukan dan menurut saya itu panggilan yang mengerikan. Sehingga saya berpikir, satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi adalah dengan meminta kalangan perempuan non-Muslim untuk mengenakan hijab," ucapnya.

Nazma sendiri tidak menyangka, ide kecilnya itu akan mendapatkan dukungan dari seluruh dunia. Bahkan dia juga mengaku telah dihubungi puluhan orang dari berbagai negara, mulai dari Inggris, Australia, India, Pakistan, Prancis dan Jerman.*

 

Baca pula : Wow! Ternyata Hijab Anti AIr Berasal Dari Indonesia