Kisruh Bank Emok Akibat Banyak Penyedia Pinjaman Gerah

Rabu, 05 Februari 2020 16:17 Clara Aditia Daerah

Kisruh Bank Emok Akibat Banyak Penyedia Pinjaman Gerah

 
Koropak.co.id - Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Edi Ganda Permana menegaskan bahwa bank emok hanyalah istilah yang merebak di tengah masyarakat.

Hasil evaluasi OJK atas lembaga keuangan yang mengadakan kredit mikro non bank seperti BTPN Syariah, PNM, dan Modal Ventura, menyatakan bahwa produk-produk kredit mereka memang menerapkan pola seperti bank emok, menyasar kalangan ibu rumah tangga, ada sistem tanggung renteng, lalu debitur diberikan pendampingan dan pemberdayaan, serta tingkat bunga yang kompetitif dengan bank umum.

"Akan tetapi, kisruh yang terjadi yang menyeruakan isu bank emok, sebetulnya terjadi akibat adanya pihak-pihak penyedia pinjaman non bank yang merasa gerah karena merasa 'kue'-nya banyak diserbu. Kami biarkan namun tetap memantau, toh pola kredit seperti yang dimaksud bank emok selaras dengan misi pemerintah untuk memberantas rentenir," katanya.

BTPN Syariah sendiri, ucap Edi, sudah menjalankan kredit tersebut sejak 7 tahun dan telah menuai banyak keberhasilan. Sekarang muncul juga PNM dan Modal Ventura. Ketiganya kini ada di bawah pengawasan OJK dengan salah satu acuannya bunga kredit di bawah 30 persen.

Demikian disampaikan Edi kepada Koropak dalam kegiatan Konferensi Pers "Perkembangan dan Isu Terkini Industri Jasa Keuangan" yang digelar di RM Asep Stroberi, Jalan R. Ikik Wiradikarta Kota Tasikmalaya, Rabu (5/2/2020).

"Di BTPN Syariah, bunga tersebut dikembalikan lagi untuk kepentingan nasabah. Bahkan ketua kelompok debiturnya diumrohkan melalui bunga tersebut. Tercatat hingga 2019, BTPN Syariah telah mengumrohkan 300 ketua kelompok, kemudian melakukan rehabilitasi masjid, itukan banyak maslahatnya," ucap Edi.

 

Koropak.co.id - OJK Tasikmalaya Tegaskan Bank Emok Hanya Istilah (2)

 

Baca : OJK Tasikmalaya Tegaskan Bank Emok Berbeda Dengan Rentenir

 

OJK, ucap Edi, sempat menerima informasi bahwa di wilayah Tasik Selatan seperti Bantarkalong, Cipatujah, ada koperasi yang meniru pola bank emok, dan karena sesuatu hal menimbulkan masalah sehingga banyak aduan dari masyarakat.

"Sayangnya, koperasi di luar kewenangan OJK. Oleh sebab itu, kami juga mengajak para stakeholder untuk bersama-sama mengawasi. Jika ada pola kredit seperti itu, tanyakan dapat kreditnya dari mana, kemudian tata cara penagihannya apakah manusiawi atau enggak, jika bermasalah silahkan lapor ke OJK," tuturnya.

Sebetulnya, ucap Edi, pola bank emok ini meniru pola kredit di Grameen Bank India, yang menyasar kalangan ibu rumah tangga, sehingga menggeliatkan sektor ekonomi mereka.

"Jadi, permasalahan bank emok ini kita pantau terus. Jikapun ada yang merasa gerah tersaingi pasti teriak-teriak bank emok bermasalah, karena tidak mungkin gerah jika tidak merasa tersaingi," katanya.

Sedangkan untuk ketiga lembaga yang berada di bawah pengawasan OJK tadi, kata Edi, akan terus diawasi agar tidak terjadi permasalahan.

"Kita akan pantau, sejauh mana mereka menerapkan aturan baku yang sudah kita berikan. Jika menyalahi aturan, maka kita akan kaji ulang," katanya.*

 

Lihat : Terjawab Bank Emok Hanya Istilah di Masyarakat