Minta Kejelasan, Ribuan Warga Neglasari Geruduk Kantor Dewan

Kamis, 06 Februari 2020 11:20 D. Farhan Kamil Daerah

Minta Kejelasan, Ribuan Warga Neglasari Geruduk Kantor Dewan


Koropak.co.id - Merasa belum melihat langkah nyata pihak pemerintah untuk mengurai permasalahan yang terjadi di masyarakat Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sekitar seribuan warga Desa Neglasari yang terhimpun dalam Forum Masyarakat Neglasari (FMN) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Setda dan DPRD, Rabu (5/2/2020).

Dengan pengawalan ketat aparat keamanan dari Polres Tasikmalaya, FMN yang sudah dua kali berunjuk rasa di depan Kantor Desa Neglasari sebelum insiden kebakaran yang menghanguskan ruang kerja Kepala Desa beberapa pekan lalu itu, kembali menyuarakan kondisi di pemerintahan desanya.

Masa aksi yang dikoordinatori Sani Hudaya itu, menyebutkan telah terjadi banyak ketimpangan di desanya terkhusus persoalan ketidaksesuaian antara laporan realisasi program dengan pengerjaan fisik di lapangan yang cukup jomplang.

Seperti pemasangan papan proyek. Dilakukan setelah pengerjaan fisik selesai. Padahal seharusnya sudah terpampang di awal pekerjaan, sehingga jelas dan terbaca pagu anggarannya. Yang terjadi justru antara penerapan anggaran fisik, tidak sesuai dengan penganggaran.

"Contohnya pada tahun 2018 pembangunan rabat beton di RT 5 RW 6 Desa Neglasari, ketika di sosialisasikan anggarannya 23 juta rupiah, sementara ketika dicantumkan di papan proyek dan laporan tertera 69 juta rupiah," kata Sani Hudaya.

 

 

Koropak.co.id - Minta Kejelasan, Ribuan Warga Neglasari Geruduk Kantor Dewan (2)

 

Baca pula : Kebakaran Kantor Desa Neglasari Tasikmalaya Menyisakan Pertanyaa

 

Dari dua kali aksi unjuk rasa di kantor kepala desa terang Sani, tidak ada penjelasan yang rasional dari pemerintah desa. Dan belum lama ini, tepatnya tanggal 24 Januari 2020 lalu, pihaknya melayangkan surat permohonan pemerikasaan atau audit kepada Inspektorat tetapi tidak kunjung di layani.

"Hari ini kami meminta secara langsung Inspektorat untuk segera memeriksa atau mengaudit Desa Neglasari, bukan hanya secara administrasi saja, tetapi juga pengecekan fisik harus dilakukan serta menggali sumber-sumber dari masyarakat," ujarnya.

Di samping itu, ucap Sani, FMN meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk kooperatif dengan masyarakat. "Kami juga meminta DPRD untuk bersama-sama masyarakat menyelesaikan masalah yang terjadi di desa kami. Serta meminta Bupati secara langsung meninjau ulang kinerja pemerintah Desa Neglasari.

Menjawab tuntutan masa, Asda Bidang Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya, H. Ahmad Muhsin menegaskan, pemerintah mengapresiasi warga Desa Neglasari yang telah menunjukkan sikap kepedulian terhadap kondisi desanya. Artinya masyarakat melek terhadap informasi-informasi yang terjadi di desa.

Atas tuntutan warga, kata Ahmad, pemerintah telah membentuk tim investigasi khusus yang akan mulai terjun ke Desa Neglasari, untuk pengumpulan bahan-bahan dan keterangan (pulbaket).

"Besok tim Inspektorat bersama Aparat Penegak Hukum (APH) mulai terjun ke lokasi. Secepatnya persoalan di Desa Neglasari akan terselesaikan," ujarnya.*

 

Baca pula : Terdengar Suara Kaca Pecah Sebelum Kebakaran Kantor Desa Neglasari Dibakar


Berita Terkait