Pakulima Bisa Sulap Kota Tasikmalaya Seperti Singapura

Kamis, 06 Februari 2020 19:21 Clara Aditia Parlemen

Pakulima Bisa Sulap Kota Tasikmalaya Seperti Singapura


Koropak.co.id - Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Hadian menuturkan Pasar Kuliner Malam (Pakulima) yang diusulkan Perkumpulan Pedagang Masyarakat Tasikmalaya (Pepmatas) diyakini dapat menyulap Kota Tasikmalaya menyerupai destinasi wisata kuliner di Singapura.

"Kota Tasikmalaya bakal seperti Singapura. Namun sayang, APBD Kota Tasikmalaya memiliki keterbatasan anggaran. Apakah Kota Tasikmalaya punya dana atau tidak untuk mewujudkannya? Terlepas dari itu semua, kami sangat mengapresiasi usulan Pepmatas tentang Pakulima," kata Hadian kepada Koropak selepas menerima audiensi dari Pepmatas di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (6/2/2020).

Akan tetapi, ucap Hadian, Disporabudpar menyarankan jikapun Pakulima dapat terlaksana, untuk menjadi sebuah destinasi wisata, khususnya wisata kuliner harus dipenuhi pula Sapta Pesonanya, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan.

"Dengan demikian, wisatawan antusias datang ke Kota Tasikmalaya, betah, dan ingin datang lagi ke Kota Tasikmalaya. Saya setuju dengan usulan Pakulima, hal tersebut merupakan upaya mempromosikan potensi wisata Kota Tasikmalaya," kata Hadian.

Sementara itu, Dewan Pembina Pepmatas Ir. Nanang Nurjamil didampingi Ketua Pepmatas Maman Hunter menuturkan usulan Pakulima merupakan wujud keprihatinan Pepmatas atas kesemrawutan kondisi PKL Cihideung, yang bahkan baru-baru ini sempat dipergoki ada oknum yang hendak melakukan mesum.

"Pakulima menjadikan Cihideung lebih tertata, tertib, aman dan nyaman. Bahkan, adanya Pakulima bisa memberikan kontribusi terhadap PAD dengan besaran hingga Rp 64 juta," kata Nanang.

 

Koropak.co.id - Pakulima Bisa Sulap Kota Tasikmalaya Seperti Singapura

 

Baca : Kolaborasikan Pakulima Dengan Perda Penataan dan Pemberdayaan PKL

 

Ditambahkan Nanang, Pakulima juga bisa memberikan kontribusi dengan besaran bagi RT atau RW sebesar Rp 500 ribu per bulan; kelurahan Rp 500 ribu; kecamatan, Karang Taruna, dan Polsek Rp 1 juta, babinsa dan babinkamtibmas Rp 500 ribu; Satpol PP dan Dishub Rp 1 juta, keamanan Rp 1 juta, dan DKM Rp 500 ribu per bulan dengan total kontribusi per bulan mencapai Rp 20.500.000.

"Sekarang tergantung goodwill pemerintah. Sebab yang kita butuhkan hanya payung hukum tentang izin pelaksanaan Pakulima. Bahkan bila perlu, jika pemerintah belum memiliki alokasi anggaran sebesar Rp 890 juta untuk mewujudkan Pakulima, Pepmatas sebagai lembaga yang berbadan hukum bisa mengadakan penganggaran sendiri dengan dukungan kredit investasi dari perbankan," ucapnya.*

 

Lihat : Anggaran Minim Bukan Alasan Terhambatnya Pengembangan Kepariwisataan

 

 

 


Berita Terkait