Toko Modern Jangan Sampai Membunuh Toko Kelontongan

Kamis, 06 Februari 2020 22:08 Clara Aditia Parlemen

Toko Modern Jangan Sampai Membunuh Toko Kelontongan


Koropak.co.id - Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Ing. M. Rijal AR Sutadiredja, M.AB menilai dalam regulasi Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, ada celah yang bisa dimanfaatkan toko modern atau minimarket untuk menjual secara satuan. Salah satunya melalui definisi grosir dan eceran yang tidak dijelaskan secara mendetail.

Demikian disampaikan Rijal kepada Koropak selepas menerima audiensi Lembaga Ekonomi Sustainable (Leksus) Tasikmalaya di Ruang Rapat Komisi, Kamis (6/2/2020).

"Namun yang harus kita soroti adalah persaingan usaha antara minimarket dengan toko kelontongan di sekitarnya. Pola bisnis minimarket jangan sampai membunuh toko kecil yang ada di sekitarnya. Justru seharusnya bisa membantu mendorong pertumbuhan toko kecil tersebut," katanya.

Rijal menyarankan agar manajemen minimarket, dalam radius tertentu dapat melakukan kemitraan dengan warung kelontongan atau toko-toko kecil di sekitarnya. Minimarket harus bisa memberikan wujud kemitraan misalnya dengan memberikan diskon bagi toko kecil.

"Dengan memberikan diskon bagi toko kecil, membuat toko-toko tersebut tertarik untuk berbelanja dan memenuhi stok barang dagangannya dari minimarket tersebut. Tentu dengan diskon pula, toko kecil tersebut bisa menjual harga yang bersaing dengan minimarket tersebut," tuturnya.

 

Koropak.co.id - Toko Modern Jangan Sampai Membunuh Toko Kelontongan (2)

 

Baca : Kolaborasikan Pakulima Dengan Perda Penataan dan Pemberdayaan PKL

Pemerintah Kota Tasikmalaya, ucap Rijal, juga perlu mengevaluasi minimarket yang ada di Kota Tasikmalaya, baik minimarket lokal, reguler maupun jaringan, apakah selama ini beroperasi sesuai dengan aturan baku yang ditetapkan pemerintah daerah. Termasuk menyoal besaran luas lahan toko dan ketersediaan lahan parkir atau jarak toko dari badan jalan.

"Tentu harapan utama kita adalah terciptanya iklim usaha yang sehat tidak saling membunuh dengan toko yang ada di sekitarnya," tuturnya.

Rijal juga menyoroti perubahan pola hidup masyarakat yang lebih tertarik berbelanja di minimarket. Hal itu perlu dijadikan pelajaran bagi toko-toko kecil untuk lebih meningkatkan mutu layanan dan kenyamanan bagi konsumen. Berdasarkan analisa, faktor utama perubahan pola hidup masyarakat yang memilih berbelanja di minimarket bisa jadi disebabkan oleh kenyamanan saat berbelanja.

"Tantangan ini harus dijadikan semangat bagi toko-toko kecil untuk mulai bergerak, meng-upgrade diri dan meningkatkan kenyamanan di tokonya agar toko kecil dapat meraih kembali pasarnya," katanya.*

 

Baca : Jadi Ancaman Bagi Toko Kelontongan, Minimarket Jangan Jual Eceran


Berita Terkait