Soal Celah Merugikan di Perda Pasar Modern, Dewan Akan Berkonsultasi

Jum'at, 07 Februari 2020 10:09 Clara Aditia Parlemen

Soal Celah Merugikan di Perda Pasar Modern, Dewan Akan Berkonsultasi


Koropak.co.id - Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Ir. Tjahja Wandawa menilai permasalahan yang dikemukakan Lembaga Ekonomi Sustainable (Leksus) Tasikmalaya dalam audiensi yang digelar Kamis (6/2/2020) mengemukakan permasalahan minimarket yang dinilai menjual secara eceran.

"Mereka menanyakan definisi grosiran dan eceran yang termaktub dalam regulasi Perda Kota Tasikmalaya. Sayangnya dalam Perda yang menginduk pada Undang-Undang, tidak disebutkan secara mendetail tentang grosiran dan ecean," katanya.

Hal itu, ucap Tjahja, menjadikan peluang bagi minimarket lokal seperti Tasco, sebagaimana riset Leksus Tasikmalaya, untuk melakukan penjualan secara eceran yang jelas menjadi sebuah ancaman bagi toko-toko kecil yang ada di sekitarnya.

"Bahkan Leksus Tasikmalaya menjelaskan kopi di minimarket tersebut bisa dijual satu sachet, lebih parahnya lagi bisa diseduh dadakan di sana. Itu turut dipermasalahkan Leksus," katanya.

 

Koropak.co.id - Soal Celah Merugikan di Perda Pasar Modern, Dewan Akan Berkonsultasi (1)

 

Baca : Jadi Ancaman Bagi Toko Kelontongan, Minimarket Jangan Jual Eceran

 

Dikarenakan ada celah dalam regulasi, tutur Tjahja, membuat minimarket, dalam hal ini Tasco, secara aturan tidaklah melakukan pelanggaran karena di regulasi tidak diatur mendetail.

"Leksus meminta kebijakan jangan sampai minimarket mematikan usaha kecil. Leksus juga ingin aturan lebih diperjelas dan dipertegas, terutama soal definisi grosir dan eceran," kata Tjahja.

Ditambahkan Tjahja, sebagai rumah aspirasi rakyat, tentu usulan dari Leksus ditampung dewan, dan langkah selanjutnya dewan akan berkonsultasi dengan bidang hukum di Setda Kota Tasikmalaya agar dapat ditemukan solusi yang tepat, tidak merugikan satu sama lain, dan menjadi jawaban yang menguntungkan semua pihak.

"Justru adanya kritikan dari Leksus perlu kita syukuri. Itu artinya fungsi kontrol masyarakat dapat berjalan dengan baik. Soal minimarket, kami juga menekankan jika minimarket atau pasar modern tidak bisa mengakomodir 15 persen produk UMKM, maka minimarket tersebut harus ditindak," katanya.*

 

Baca : Toko Modern Jangan Sampai Membunuh Toko Kelontongan


Berita Terkait