Persiapan Pembinaan Anak Punk Sudah Mencapai 80 Persen

Jum'at, 07 Februari 2020 20:31 Clara Aditia Daerah

Persiapan Pembinaan Anak Punk Sudah Mencapai 80 Persen


Koropak.co.id - Konsep pembinaan anak punk yang disiapkan tim satgas pembinaan anak punk Tasikmalaya menerapkan konsep sekolah dengan melibatkan pembina dari kalangan ulama, aparat kepolisian dan Kodim, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Demikian disampaikan Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Imam Wicaksana kepada Koropak selepas Rapat Koordinasi di Aula Makodim 0612/Tasikmalaya, Jumat (7/2/2020).

"Dalam pembinaannya, kita membutuhkan dukungan anggaran untuk makan dan minum, transportasi pembina, uang saku peserta, serta sewa tempat. Kita juga memerlukan perlengkapan ibadah, perlengkapan harian, perlengkapan kebersihan, perlengkapan olahraga, buku dan alat tulis, serta pakaian layak.

Untuk kebutuhan anggaran sendiri, ucap Imam, besarannya mencapai Rp 268.890.000. Di kota lain, program pembinaan anak punk tersebut berhasil, bahkan ada anak punk yang pernah ikut dan kini hidupnya lebih baik.

"Progres persiapan kami telah mencapai 80 persen. Silabus sudah kita susun, tinggal menajamkan koordinasi dengan dinas terkait. Fokus utama kita membina masing-masing 20 anak punk di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya," katanya.

 

Koropak.co.id - Persiapan Pembinaan Anak Punk Sudah Mencapai 80 Persen

 

Baca : Anak Punk di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Akan Dibina

 

Ditambahkan Imam, pembinaan fokus ke keagamaan terlebih dahulu, karena bagaimana pun juga aturan hidup tidak terlepas dari agama. Pembinaan juga akan berfokus pada pembekalan pola hidup tertib, wawasan tentang kesehatan, penanaman kedisiplinan, serta pembekalan kewirausahaan sehingga ketika anak punk sudah dinetralisasi, mereka siap untuk masuk ke dunia kerja.

"Tadi juga kami menerima masukan dari Pak Walikota Tasikmalaya agar anak punk yang sudah dibina kewirausahaan, bisa diikutsertakan dalam program Wirausaha Baru (WUB) sebagai pembinaan lanjutan agar anak punk dapat tumbuh sebagai wirausahawan," tuturnya.

Diharapkan, ucap Imam, anak punk mampu melihat program ini sebagai potensi positif.

"Kita sama-sama tahu hidup sebagai seorang anak punk, di jalanan, bebas tanpa aturan, endingnya tidak baik. Oleh sebab itu, kami bersama pemerintah daerah dan stakeholder bersinergi menyiapkan program pembinaan anak punk," katanya.

 

Kita sama-sama tahu hidup sebagai
seorang anak punk,
di jalanan, bebas tanpa aturan,
endingnya tidak baik. Oleh sebab itu,
kami bersama pemerintah daerah
dan stakeholder bersinergi menyiapkan
program pembinaan anak punk.

 

Baca : Mosi Atas Wacana Program Bisakah Akah Punk Berubah


Untuk pembinaannya sendiri, ucap Imam, akan dilaksanakan dengan cara persuasif. Caranya menarik minat anak punk melalui pentas seni, kegiatan melukis, menggambar, atau membuat barang yang mereka sukai. Satgas akan mengundang anak punk, memberikan sosialisasi terbatas, dan mengajak anak punk untuk move on ke arah yang lebih baik, dengan harapan anak punk tersebut bisa didata dan ikut dalam program tersebut.

"Mereka juga manusia, sebetulnya mereka berpotensi hanya saja mereka kini tengah ada di jalan lain. Melalui pembinaan ini kita bangun kepercayaan diri anak punk bahwa mereka masih berdaya guna, masih bisa berbuat yang lebih baik," katanya.

Ditambahkan Imam, perlu dilakukan pula upaya memotong idealisme anak punk agar tidak menyebar, dengan cara menindak anak-anak Kopunk yang selama ini diketahui menyebarkan idealisme punk.

"Mereka yang menjadi provokator harus kita disiplinkan. Melalui program pembinaan ini kita harapkan anak punk berfikir untuk segera moving, jangan terlalu lama terjebak di dunia punk yang mengajarkan mereka hidup bebas di jalan, tanpa aturan," kata Imam.*

 

Baca pula : Dinsos Kota Tasikmalaya Miliki 2 Tahap Penanganan Anak Punk

 


Berita Terkait