Ingin Cepat Kaya, Warga Tangerang Malah Mati Terbunuh Sang Dukun

Jum'at, 07 Februari 2020 22:45 D. Farhan Kamil Daerah

Ingin Cepat Kaya, Warga Tangerang Malah Mati Terbunuh Sang Dukun


Koropak.co.id - Kasus pembunuhan yang menimpa Yahya Ali Wafa warga Cisoka, Tangerang, Banten dilatar belakangi perdukunan. Pelaku utama bernama Asep Rizky (36) mengaku sebagai dukun yang bisa memberikan solusi untuk mendatangkan kekayaan dengan ritual di Pantai Sayang Heulang Garut, Jawa Barat.

Hal itu yang membuat ketertarikan korban untuk mendatangi sang dukun. Namun kemudian prahara menimpa korban saat melakukan ritual di rumah pelaku, hingga merenggut nyawanya. Itu berawal dari ketersinggungan pelaku atas ucapan Yahya, yang menyebut jika Asep Rizki adalah dukun palsu karena sang dukun miliki tato.

Dalam aksi penangkapan pelaku, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti untuk ritual perdukunan yang dilakukan pelaku. Selain pisau, tasbih warna hitam, dupa, dari tangan pelaku juga disita dua buah taring hewan buas.

Dari mulut pelaku, taring tersebut merupakan taring babi hutan yang didapatnya dari hutan kawasan Banyu Asin, Sumatera Selatan.

"Itu taring babi yang saya temukan saat kerja jadi buruh di perusahaan minyak di Sumatera," ungkap Asep Rizky, Jumat (07/2/2020).

Diakuinya, dalam setiap ritual ia selalu menggunakan taring tersebut yang ia percayai bisa mendatangkan kekayaan berupa banyak uang untuk pasiennya yang siap memenuhi syarat-syarat tertentu.

Tidak hanya taring, dupa yang selalu digunakan dalam ritual, dipercaya bisa mengabulkan permohonan pasien dengan cepat.

 

Koropak.co.id - Ingin Cepat Kaya, Warga Tangerang Malah Mati Terbunuh Sang Dukun (2)

 

Baca : Identitas Mayat Pria Tersangkut di Tebing Akhirnya Terkuak

 

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo Tarigan, mengaku pelaku membuka praktek perdukunan sekitar setahun lalu. Pasiennya tercatat sudah mencapai sekitar 300 sampai 400 orang yang datang untuk berobat mulai sakit stroke, perjodohan, kekayaan dan uang.

"Praktek perdukunannya sekitar setahun lalu, Berbagai jenis layanan dilakoninya. Seperti uang bisa bolak balik dibelikan, tapi balik lagi kedompet. Kemudian layanan agar usaha lancar, melayani pasien terkena stroke, untuk perjodohan hingga layanan mengusir penghuni rumah angker," ujar Siswo.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dony Eka Putra, menghimbau agar masyarakat tidak percaya praktek perdukunan untuk mencari kekayaan instan. Selain bisa jadi modus operandi kejahatan, praktek seperti ini juga dilarang agama.

"Saya himbau ke masyarakat jangan percaya dengan praktek pencari kekayaan instan, agar masyarakat terhindar dari modus operandi kejahatan," kata Dony.*

 

Baca : Dukun Pembunuh Warga Tangerang di Tasikmalaya Dibekuk

 


Berita Terkait