Dinsos Kota Tasikmalaya Miliki 2 Tahap Penanganan Anak Punk

Sabtu, 08 Februari 2020 12:11 Erni Nur'aeni Daerah

Dinsos Kota Tasikmalaya Miliki 2 Tahap Penanganan Anak Punk

 

Koropak.co.id - Anak punk di mata masyarakat diipandang sebagai anak berandalan yang hidup di jalanan. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan kasus anak punk yang memaksa meminta uang saat mengamen, membegal, mencuri dan disusul aksi kriminalitas lain.

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Nana Rosadi menuturkan di Kota Tasikmalaya terdapat 246 orang teridentifikasi, baik sebagai anak punk maupun anak jalanan. Namun data tersebut masih bersifat nomaden, artinya masih dapat berubah karena anak punk hidupnya berpindah-pindah.

Dikatakan Nana, berdasarkan kacamata Dinsos, anak punk yang tersebar di Indonesia, khususnya di Kota Tasikmalaya dideskripsikan sebagai anak yang suka mengemis di jalan dengan dandanan lusuh, rambut yang khas, serta sepatu boots.

 

Berdasarkan kacamata Dinsos,
anak punk yang tersebar di Indonesia,
khususnya di Kota Tasikmalaya
dideskripsikan sebagai anak yang
suka mengemis di jalan dengan
dandanan lusuh, rambut yang khas,
serta sepatu boots.

 

Berbeda halnya dengan anak punk yang berada di luar negeri yang menjadikan punk sebagai gaya hidup untuk mencurahkan kreativitasnya dalam berkreasi sekaligus mengekspresikan prinsip mereka yang anti terhadap kemapanan.

"Kami membedakan antara anak punk dan anak jalanan. Untuk penanganan anak punk meliputi dua pola, yakni penanganan untuk anak punk di bawah umur serta anak punk usia produktif," katanya.

Dalam dua pola tersebut, ucap Nana, untuk usia anak ada program reunifikasi, yaitu pengembalian mereka kepada orangtua untuk penyadaran, atau memasukan mereka ke Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) yang ada Dinsos Kota Tasikmalaya.

"Sedangkan usia dewasa akan diberikan pelatihan keterampilan di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3), selanjutnya didorong dan diarahkan untuk mendapat pembinaan ke Kodim untuk mengikuti program yang akan digulirkan Tim Satgas Satya Abi Mata," tuturnya.

 

Koropak.co.id - Dinsos Kota Tasikmalaya Miliki 2 Tahap Penanganan Anak Punk (2)

 

Baca : Persiapan Pembinaan Anak Punk Sudah Mencapai 80 Persen

 

Pasca pelatihan keterampilan, kata Nana, sebelum disalurkan ke dunia kerja, anak punk akan ditelusuri minat dan bakatnya melalui Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Selanjutnya, disalurkan ke dunia kerja.

"Untuk menyalurkan ke dunia kerja, Dinsos Kota Tasikmalaya telah menjalin kerjasama dengan perusahaan yang ada di beberapa daerah seperti Pangandaran, Bekasi, dan Bogor," katanya.

Ditambahkan Nana, dalam melaksanakan program-program pemberdayaan, Dinsos tidak dapat berdiri sendiri, namun memerlukan pula dukungan dari stakeholder lain, seperti Kesbangpol yang memberikan wawasan kebangsaan, Disdik yang memberikan pendidikan formal, serta Dinkes yang memberikan wawasan kesehatan.

"Ketika keterampilan mereka terasah, pekerjaannya pun sudah jelas menanti mereka," kata Nana.*

 

Baca pula : Percuma Dirazia dan Disekolahkan, Punk Adalah Prinsip!

 


Berita Terkait