Miris! Anak Punk Miliki Prinsip Siap Mati Siap Hamil

Sabtu, 08 Februari 2020 21:06 Eris Kuswara Daerah

Miris! Anak Punk Miliki Prinsip Siap Mati Siap Hamil


Koropak.co.id - Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah mengatakan hingga saat ini belum ada wadah yang menampung anak-anak punk di Kota Tasikmalaya. Sehingga ketika sudah dirazia dan dilepaskan, mereka tetap kembali ke jalan yang sama.

"Hingga saat ini di Kota Tasikmalaya belum ada rumah singgah untuk anak-anak punk, sehingga kebanyakan mereka dikirimkan ke rumah singgah yang berada di Palimanan, Cirebon Jawa Barat," katanya.

Itupun, ucap Yogi, kuota anak punk yang bisa ditampung terbatas. Ketika anak-anak punk dikirimkan ke rumah singgah di Palimanan, terkadang pelatihan keterampilan yang ada tidak sesuai dengan minat anak punk, sehingga membuat anak-anak punk tidak betah dan memutuskan kabur.

"Sedangkan dalam tindakan pengamanan, kami melakukan pembinaan normatif seperti memberikan hukuman push up, membaca teks Pancasila dan membaca surat-surat yang ada dalam Al-Quran," katanya.

 

Banyak keluarga anak punk
menolak untuk dilakukan pembinaan,
Tapi kenyataannya tidak diurus
dan mereka kembali hidup di jalanan.

 

Setelah diberi hukuman, baru anak diserahkan ke Dinas Sosial. Namun sayangnya hingga saat ini belum ada pembinaan untuk anak-anak punk yang menghasilkan solusi akhir. Masalah lainnya, terkadang datang dari keluarga anak punk yang menolak untuk dilakukan pembinaan.

Meskipun ada penolakan, kata Yogi, tetap saja pada kenyataannya anak-anak punk ini tidak diurus dan membuat mereka kembali hidup di jalanan.

"Berdasarkan data terakhir tahun 2019, Satpol PP sudah merazia 144 orang anak punk dan kebanyakan yang terkena razia merupakan muka lama. Sedangkan anak punk muka-muka baru yang terjaring razia, mereka hanya singgah saja," katanya.

 

 

Koropak.co.id - Miris! Anak Punk Miliki Prinsip Siap Mati Siap Hamil (2)

 

Baca : Anak Punk, Antara Ideologi dan Gaya Hidup

 

Sebenarnya, ucap Yogi, inisiasi dari Kodim dengan program penanganan anak punk bisa menjadi tamparan untuk pemerintah. Sebab permasalahan sosial ini bukan merupakan tugas dari TNI melainkan tanggungjawab pemerintah.

"Namun TNI sudah berpikir ke depan, sehingga mereka khawatir anak punk akan dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab seperti mafia dan lainnya yang akan mengarah ke hal-hal negatif karena anak punk ini juga memiliki prinsip siap mati dan siap hamil," katanya.

Anak punk, ucap Yogi, sudah merasa enak hidup di jalan. Maka ketika ada anak punk yang diantarkan ke rumah singgah, mereka kabur. Soal free sex, yang mengkhawatirkan adalah anak punk yang sudah mempunyai jabatan senior, mereka bisa bebas berhubungan seksual dengan anak punk wanita sehingga penyakit seksual pun mereka anggap hal yang biasa.*

 

Baca pula : Anak Punk Mesti Diberikan Fasilitas Guna Menunjang Kreativitas

 


Berita Terkait