Bupati Akui Tanpa Kader Posyandu, Tasikmalaya Pincang

Rabu, 12 Februari 2020 17:22 D. Farhan Kamil Daerah

Bupati Akui Tanpa Kader Posyandu, Tasikmalaya Pincang


Koropak.co.id - Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto mengatakan, ada sekitar 2.300 posyandu di Kabupaten Tasikmalaya. 492 posyandu di antaranya sudah berada pada level pratama. Kemudian sebanyak 1.113 posyandu pada tingkat madya, 542 posyandu di tingkat purnama dan 154 posyandu mandiri.

"Tingkatan posyandu tersebut ditentukan oleh status bangunan posyandu, peran aktif kader dalam kegiatan posyandu serta jumlah kegiatan yang dikerjakan oleh posyandu itu sendiri. Pemerintah berkeinginan, ke depan seluruh posyandu yang ada di Kabupaten Tasikmalaya masuk pada kategori purnama dan mandiri," tuturnya.

Kategori tersebut mendorong posyandu memiliki bangunan sendiri dan jadwal kegiatan yang terorganisir dengan lebih dari dua kali pelayanan dalam sebulan serta ada inovasi dalam layanan yang diberikan oleh posyandu. Dengan kata lain tidak sekedar memberikan layanan dasar.

"Kita akan lakukan revitalisasi posyandu. Pemerintah berusaha untuk memenuhi seluruh kebutuhan posyandu baik dari sisi pendanaan, pengadaan sarana maupun prasaranya termasuk menguatkan Sumber Daya Manusia (SDM) atau kader dari aspek wawasan dan pemahaman tentang pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam hal ini ibu dan anak," kata Ade kepada Koropak seusai membuka acara pembinaan akbar kader posyandu se-Kabupaten Tasikmalaya di gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (12/2/2020).

 

Koropak.co.id - Bupati Akui Tanpa Kader Posyandu, Tasikmalaya Pincang

 

Baca : Hari Pers Nasional, Tangkap Setiap Informasi Tanpa Emosi

Selain dihadiri Sekda Dr. H. Mohamad Zen, M.Pd, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPMDP3A) Drs. Roni A Sahroni, M.Si, para camat se-Kabupaten Tasikmalaya, acara tersebut juga dihadiri Ketua Penggerak PKK Kabupaten Tasikmalaya, Hj. Ai Diantani, SH., M.Kn, manajemen Bank BJB, BUMD Kabupaten Tasikmalaya dan sekitar 2.000 kader posyandu. Dalam acara tersebut, bupati melakukan pengundian dalam rangka bagi-bagi hadiah/doorprize berupa kulkas, TV LCD dan mesin cuci bagi para kader posyandu.

Sebagaimana diketahui bersama, ucap Ade, posyandu merupakan wadah pemeliharaan kesehatan dasar yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat, yang dibimbing oleh petugas kesehatan.

Keberadaan posyandu di daerah memiliki peranan strategis antara lain dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan ibu, mengembangkan kegiatan kesehatan masyarakat dan KB serta sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera.

"Maka posyandu ini harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Insyaallah pada anggaran 2020 ini, kami secara bertahap menggulirkan bantuan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan posyandu, berupa alat untuk meningkatkan kinerja kader posyandu. Di antaranya timbangan, alat pengukur tinggi dan berat badan bayi dan balita serta seragam bagi seluruh kader posyandu," ucapnya.*

 

Baca pula : Kejaksaan Gembleng Insan RSUD SMC Tasikmalaya Soal Korupsi


Berita Terkait