Kesenjangan Ekonomi Terus Menghantui Kota Tasikmalaya

Kamis, 13 Februari 2020 10:34 Clara Aditia Daerah

Kesenjangan Ekonomi Terus Menghantui Kota Tasikmalaya


Koropak.co.id - Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, H. Murjani,SE., MM menyoroti masih besarnya kesenjangan antara warga miskin dan kaya di Kota Tasikmalaya. Hal itu menjadi pertanda bahwa perekonomian di Kota Tasikmalaya tidak merata.

Hal itu disampaikan Murjani kepada Koropak selepas menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kawalu yang di Aula Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Kota Tasikmalaya, Rabu (12/2/2020).

"Untuk tingkat kemiskinan, Kota Tasikmalaya menempati urutan kedua tertinggi di Jawa Barat dengan angka 11,6 persen. Menjadi sebuah hal yang miris ketika pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya berada di level 5 hingga 6 persen di atas rata-rata nasional," katanya.

Kondisi tersebut, ucap Murjani, diperparah dengan Indeks Gini Kota Tasikmalaya yang ada di level 0.39. Artinya jarak antara warga kaya dan miskin sangat jomplang dan menunjukan adanya ketidakmerataan pertumbuhan ekonomi.

"Ini menunjukan pertumbuhan ekonomi di Kota Tasikmalaya hanya menyentuh level atas, dan tidak menyentuh rakyat kecil. Oleh sebab itu, masalah kesenjangan ini mesti jadi perhatian serius. Tugas kita saat ini, bagaimana yang masyarakat ekonomi atas dapat kita pertahankan, kemudian menggenjot ekonomi masyarakat bawah,” katanya.

Musrenbang di tingkat Kecamatan Kawalu, kata Murjani ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Kecamatan Kawalu beserta segenap kelurahan dan warga di dalamnya untuk merumuskan usulan program di tahun 2021 yang diharapkan dapat menjurus kepada peningkatan geliat perekonomian.

“Banyak potensi perekonomian di Kecamatan Kawalu, termasuk wahana arung jeram yang bakal dijadikan venue di Porprov 2022, ini mesti kita dorong untuk menjadi sebuah destinasi wisata agar dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat Kawalu," katanya.

 

Koropak.co.id - Kesenjangan Ekonomi Terus Menghantui Kota Tasikmalaya (1)

 

Baca : Musrenbang Kecamatan Kawalu Prioritaskan Ekonomi dan Pariwisata

 

Terlepas dari kesenjangan ekonomi, Murjani mengapresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kemenpan RB dengan predikat BB.

"Jika ditelaah, angka-angka pertumbuhannya cukup bagus. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tasikmalaya memiliki nilai di atas rata-rata Nasional dengan nilai 72,03. Indeks terbaiknya ada pada bidang kesehatan dengan nilai 79,8," katanya

Namun, ucap Murjani, kembali pada permasalahan ekonomi, disarankan pula agar Pemkot Tasikmalaya dapat melakukan penyederhanaan perizinan demi mudahnya investasi. Termasuk mengevaluasi Perda atau Perwalkot yang menghambat investasi.*

 

Baca pula : Peningkatan Ekonomi di Kecamatan Cipedes Mesti Dipacu


Berita Terkait