Silaturahmi Ke KPAID, Dandim Diskusi Soal Penanganan Anak Punk

Kamis, 13 Februari 2020 21:11 Eris Kuswara Daerah

Silaturahmi Ke KPAID, Dandim Diskusi Soal Penanganan Anak Punk

 

Koropak.co.id - Komandan Kodim (Dandim) 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Imam Wicaksana bersilaturahmi ke Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya yang berada di Perumahan CGR Blok A Nomor 2 RT 01/RW 09, Sukasukur, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (13/2/2020).

Diterima langsung Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto, tujuan diadakannya silaturahmi tersebut adalah untuk membahas kelanjutan program penanganan anak punk di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Kepada Koropak, Dandim mengatakan tujuan kedatangannya ke KPAID Kabupaten Tasikmalaya adalah untuk menajamkan koordinasi lebih lanjut tentang penanganan anak punk bersama KPAID Kabupaten Tasikmalaya.

"Tadi kita bahas bagaimana kelanjutan dari program penanganan anak punk di Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya, terutama untuk anak punk yang berada di bawah umur," katanya.

Dikatakan Dandim, koordinasi diperlukan guna memastikan kesiapan tim yang terlibat dalam program Penanganan Anak Punk sehingga ketika dilaksanakan, program bisa berjalan lancar.

"Data yang kami terima terkait anak punk sudah cukup banyak. Namun yang kami khawatirkan adalah terjadinya peningkatan jumlah anak punk yang akan kami bina jika tidak segera ditangani secepatnya," kata Imam.


Data anak punk sudah dikumpulkan
Justru yang dikhawatirkan
Jika tidak ditangani secepatnya
Jumlah anak punk semakin bertambah

 

Koropak.co.id - Silaturahmi Ke KPAID, Dandim Diskusi Soal Penanganan Anak Punk  (2)

 

Baca : Ganti Judul Program Jadi Penanganan Anak Jalanan

 

Ditambahkan Imam, program yang sudah dibahas dalam FGD dan dilanjut ke Rakor, akan dibagi menjadi 2 tahap. Untuk tahap pertama adalah penetralisiran dengan tujuan untuk menetralisir ideologi-ideologi negatif dari anak punk agar menjadi lebih baik lagi.

"Setelah mereka kami netralisir, kemudian masuk ke tahap pemberdayaan. Dalam tahap ini, kami akan klasifikasikan mereka jadi dua bagian, yakni mereka yang dalam usia produktif yang akan kami bekali ilmu kewirausahaan. Serta mereka yang berusia di bawah 18 tahun," ucapnya.*

 

Baca pula : Pembinaan Anak Punk Mesti Mampu Lakukan Pendekatan Humanis 


Berita Terkait