Inovasi Terbaru, Duduk Manis Menunggu Pelakor Datang

Jum'at, 14 Februari 2020 07:18 D. Farhan Kamil Daerah

Inovasi Terbaru, Duduk Manis Menunggu Pelakor Datang


Koropak.co.id - Beragam inovasi pelayanan dilakukan pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tasikmalaya. Hal itu untuk memberikan kemudahan dan kecepatan pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Diawali dengan pola jemput bola untuk perekaman cepat KTP-elektronik hingga ke pelosok daerah, kemudian penerapan sistem pelayanan berbasis elektronik dan jaringan serta pemusatan layanan administrasi kependudukan di kantor-kantor kecamatan antara lain pencetakan KTP dan KK.

Dan program pelayanan terbaru adalah Pelakor (Pelayanan Administrasi Kendaraan Bermotor). Pelakor ini akan terus bergerak menembus dusun-dusun terpencil guna melayani kebutuhan masyarakat dalam hal administrasi kependudukan.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data, Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya, H. Uu Saeful Uyun mengatakan, Pelakor sudah berjalan sejak Januari tahun 2020 dengan jumlah personel sebanyak 12 orang dan ditunjang dengan tujuh kendaraan roda dua atau motor.

"Ini sebuah terobosan terbaru dalam hal pelayanan Disdukcapil bagi masyarakat. Dengan mengendarai kendaraan roda dua, kami melakukan jemput bola untuk lebih mendekatkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada masyarakat. Bahkan baru-baru ini kami melayani masyarakat Kecamatan Bojonggambir selama satu pekan penuh," tutur Uu, seusai menghadiri acara pembinaan akbar kepada kader posyandu se-Kabupaten Tasikmalaya di gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (12/2/2020).

 

 

Koropak.co.id - Inovasi Terbaru, Duduk Manis Menunggu Pelakor Datang (2)

 

Ditambahkan, Pelakor ini mampu menjangkau masyarakat hingga ke dusun-dusun yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat atau mobil. Masyarakat di daerah-daerah tersebut, tinggal duduk di rumah dan menunggu Pelakor datang.

Dijelaskan, meskipun dari segi kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesigapan petugas Pelakor sudah baik, namun dalam pelaksanaan program ini ada kendala yang cukup menghambat, yakni signal atau jaringan internet.

"Ada beberapa daerah yang tidak terjangkau jaringan internet atau lemah. Sehingga menghambat petugas dalam mengentri atau upload data ke jaringan server. Kendala ini sudah kami evaluasi untuk meramu strategi agar efektifitas pelayanan administrasi kependudukan tidak terhambat di wilayah-wilayah terpencil," tuturnya.

Lebih lanjut Uu menyebutkan, pada tahun 2020 ini tercatat sekitar 72 ribu data perekaman KTP-el yang sudah tersimpan di server dan siap cetak. Untuk tahap pertama sudah dicetak sebanyak 14 ribu keping KTP-el dan sudah sampai ke masyarakat.

"Saat ini sudah masuk tahap kedua. Kami canangkan mencetak sebanyak 15 ribu KTP-el hingga akhir pekan ini. Dan pada hari Seninnya akan mulai distribusikan kepada masyarakat. Pencetakan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan jumlah alokasi blanko KTP dari pusat," ujarnya.*