Tahun 2020, Gubernur Jawa Barat Kucurkan Banprov Rp 7 Trilyun

Jum'at, 14 Februari 2020 14:47 Eris Kuswara Provinsi

Tahun 2020, Gubernur Jawa Barat Kucurkan Banprov Rp 7 Trilyun


Koropak.co.id - Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman menghadiri kegiatan Komunikasi Pembangunan Daerah (Kopdar) Gubernur Jawa Barat bersama Bupati dan Walikota se-Jawa Barat di Istora Jatiluhur Purwakarta, Kamis (13/2/2020).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pada 2020, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan kurang lebih sebesar Rp 7 trilyun dan semua usulan yang diajukan untuk Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 10 trilyun sudah direka oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

"Kami berharap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Barat, tahun 2021 mendatang bisa memenuhi semua usulan dari daerah, meskipun masih ada kekurangan sebesar Rp 3 trilyun. Untuk aspirasinya itu, kami akan mencari cara terbaik dengan saling memahami, satu persepsi dan membangun komunikasi yang baik," kata Ridwan Kamil.

Ditambahkan Gubernur, Pemprov Jawa Barat juga akan memperjuangkan mimpi-mimpi daerah ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta akan membuat tim ahli untuk dapat me-lobby pemerintah pusat.

 

Koropak.co.id - Tahun 2020, Gubernur Jawa Barat Kucurkan Banprov Rp 7 Trilyun (1)

 

Sementara itu, Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman menjabarkan sejumlah usulan terkait rencana pembangunan daerah di Tahun Anggaran 2021 mendatang kepada Pemprov Jawa Barat mulai dari pembangunan Jembatan Ciloseh di Jalur Lingkar sepanjang 175 meter, Jembatan Dalem Suba, rehabilitasi dan penataan Stadion Wiradadaha, lanjutan pembangunan RSUD Pratama Dewi Sartika dan Lanjutan pembangunan RSUD Pratama Purbaratu.

"Untuk pembangunan Jembatan Ciloseh Jalur Lingkar nantinya akan menyambung ke jalur provinsi dan saat ini hanya tinggal 1 jembatan lagi. Kemudian untuk pembangunan fly over, diperkirakan tahun 2020 ini sudah bisa selesai," katanya.

Walikota juga mengucapkan terimakasih atas bantuan anggaran dari provinsi sebesar Rp 15 milyar sehingga pembangunan fly over bisa dituntaskan di 2020.

"Detail Engineering Design (DED) sepanjang 175 meter sudah dibuat, sehingga dengan pembangunan fly over akan menyelesaikan masalah kemacetan rutin yang sering terjadi di Ciamis, Gentong dan Garut yang merupakan jalan provinsi. Dengan demikian, nantinya tidak akan ada lagi kendaraan dari luar kota masuk ke pusat kota.*