Mediasi Dengan Keluarga, Tangani Anak Punk Bawah Umur

Jum'at, 14 Februari 2020 16:02 Eris Kuswara Daerah

Mediasi Dengan Keluarga, Tangani Anak Punk Bawah Umur


Koropak.co.id - Untuk penanganan anak punk di bawah umur, diperlukan penanganan yang berbeda. Salah satunya melakukan mediasi dengan pihak keluarga agar mereka tetap bisa belajar. Kebanyakan dari anak punk di bawah umur berlatar belakang dari kehidupan keluarga yang kurang harmonis dan pola asuh yang kurang tepat.

Demikian disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Imam Wicaksana kepada Koropak saat silaturahmi ke Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (13/2/2020).

"Jika dilihat dalam ilmu psikologi, yang membuat mereka mencari kehidupan di luar, karena tidak menyenangkan dengan kehidupan di rumah. Sedangkan di luar banyak komunitas yang mempengaruhi mereka untuk hidup di luar dengan bebas," ujarnya.

Dikatakan Dandim, tim satgas juga bekerjasama dengan Disdukcapil untuk melakukan pendataan anak punk yang dibina, dan akan dikaitkan dengan data yang ada di Disdukcapil.

"Jika tidak ada datanya di sana, maka kami akan klasifikasikan tersendiri. Tetapi jika ada, maka akan kami buatkan kartu," katanya.

 

Jika dilihat dalam ilmu psikologi,
yang membuat mereka mencari
kehidupan di luar,
karena tidak menyenangkan
dengan kehidupan di rumah

 

 

Koropak.co.id - Mediasi Dengan Keluarga, Tangani Anak Punk Bawah Umur (2)

 

Baca : MUI Dukung Perwujudan Kota Tasikmalaya Zero Punk

Bagi anak punk yang bukan dari daerah Tasikmalaya, pihaknya akan melakukan penelitian lebih lanjut mulai dari asal daerah, data orangtua, dan lain hal. Penelitian ini juga akan berguna pada program penanganan anak punk ke depan dan berguna untuk melangkah ke tahapan selanjutnya setelah tahap penetralisiran.

"Untuk penempatan kerja, kami sudah berbicara dengan Walikota dan Bupati Tasikmalaya. Nantinya, mereka akan kami arahkan ke Balai Latihan Kerja (BLK). Bahkan Kepala Bank Indoensia juga sudah menyiapkan beberapa program," katanya.

Imam berharap, program penanganan anak punk bisa menjadi wadah bagi anak punk itu sendiri terutama bagi mereka yang masih dalam usia produktif untuk memulai kehidupan yang normal.*

 

Baca pula : Di Jalanan, Anak Punk Mampu Isi Kekosongan Hidup Mereka 


Berita Terkait