Pemerintah Mesti Waspada! WUB Akan Berbenturan Dengan Bank Emok

Senin, 17 Februari 2020 16:31 Clara Aditia Parlemen

Pemerintah Mesti Waspada! WUB Akan Berbenturan Dengan Bank Emok


Koropak.co.id - Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Ing. M. Rijal AR Sutadiredja, M.AB menilai anak jalanan atau yang diartikan pemerintah sebagai anak punk, merupakan permasalahan yang membutuhkan perhatian.

Namun, individu anak punk yang kebanyakan adalah anak lintas daerah, menjadi faktor lain yang mengharuskan pemerintah fokus terhadap program lain yang dinilai lebih urgent.

"Lebih baik Pemkot Tasikmalaya fokus terhadap program Wirausaha Baru (WUB) yang masih jauh dari keberhasilan. Apalagi pemerintah harus bersiap karena WUB akan berbenturan dengan bank emok," kata Rijal saat dikonfirmasi Koropak, Senin (17/2/2020).

Jika dilihat dari peranannya, kata Rijal, saat ini WUB hanya sebagai lembaga sertifikasi saja. Justru pemerintah mesti bersiap karena ancaman bank emok adalah permasalahan besar bagi pemerintah. Banyak masyarakat berkemampuan rendah punya utang ke bank emok, bahkan lebih dari satu sumber saja.

"Oleh masyarakat, bank emok justru dijadikan program pembiayaan yang mudah. Hanya saja, sekarang menjadi bercabang dan mengakar. Itu yang mesti diselesaikan pemerintah," katanya.

 

Koropak.co.id - Pemerintah Mesti Waspada! WUB Akan Berbenturan Dengan Bank Emok (2)

 

Baca : Ashmansyah: WUB Bukan Untuk Anak Punk, WUB Untuk Warga Miskin

Baca : Parameter WUB Tidak Jelas, Dewan Soroti Besarnya Penyerapan Anggaran



Permasalahan pola denda yang menerapkan pola tanggung renteng, kata Rijal, juga menjadi permasalahan serius. Bahkan, ketidaktahuan pasangan debitur justru jadi permasalahan, hingga mendorong sang istri yang menjadi debitur bank emok, meminjam lagi meminjam lagi.

"Ketika ketahuan oleh pasangannya, malah memicu konflik. Ujungnya, perceraian. Banyak alasan kenapa bank emok jadi ancaman, termasuk untuk program WUB yang belum bisa menyentuh masyarakat miskin," katanya.

Jika memang WUB untuk masyarakat miskin, kata Rijal, kenapa penjaringannya secara online? Apakah masyarakat bawah memahami penjaringan online? Harusnya penjaringan dilakukan secara manual, dengan mendatangi kantong-kantong kemiskinan di Kota Tasikmalaya, dan menyosialisasikan WUB, sekaligus melakukan penjaringan WUB.

"Itu baru efektif dan menjadi langkah cerdas untuk mencapai cita-cita WUB yang diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan. Tapi faktanya, yang ada saat ini, WUB hanya jadi lembaga sertifikasi. Bahkan WUB lebih banyak diikuti oleh wirausahawan yang memang sebelumnya sudah berwirausaha," tuturnya.*

 

Baca : Program Mekaar PNM Jadi Tamparan Keras Bagi WUB

Lihat : Adopsi Keberhasilan WUBI Untuk Sukseskan Program WUB Kota Tasikmalaya


Berita Terkait