Warga Desa Neglasari Syukuran, Pembakar Kantor Desa Tertangkap

Senin, 17 Februari 2020 20:45 D. Farhan Kamil Daerah

Warga Desa Neglasari Syukuran, Pembakar Kantor Desa Tertangkap


Koropak.co.id - Menyusul tertangkapnya dua orang diduga pelaku pembakaran kantor Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, warga Desa Neglasari serempak mengucapkan syukur dan ucapan terimakasih kepada Polri.

Selain terimakasih kepada Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra beserta jajaran Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tasikmalaya, warga juga mengapresiasi kinerja Polda Jawa Barat dan Mabes Polri yang dalam waktu tidak terlalu lama dapat mengungkap kasus di balik terbakarnya ruang kerja Sekdes dan Kades Neglasari pada pertengahan Januari 2020 lalu.

"Saat ini kami warga Neglasari sangat bersyukur setelah mendapat informasi dari pihak kepolisian bahwa kasus pembakaran Desa Neglasari telah terungkap bahkan pelakunya ditangkap. Hampir satu bulan kami menunggu-nunggu hasil olah TKP yang dilakukan petugas kepolsian atas kebakaran desa kami," kata Ketua Forum Masyarakat Neglasari (FMN), Sani Junan Hudaya kepada Koropak saat mendatangi Mapolres Tasikmalaya, Senin (17/2/2020).

 

Koropak.co.id - Warga Desa Neglasari Syukuran, Pembakar Kantor Desa Tertangkap (2)

 

Ia dan sejumlah perwakilan warga Neglasari mengaku kaget saat mengetahui pelaku pembakaran yang kini diamankan Polisi itu, adalah kakak beradik yang masing-masing merupakan pejabat negara dan abdi pemerintah.

"Jujur kami kaget jika pelakunya adalah seorang guru dan kadesnya sendiri. Kami memang sebelumnya ada kecurigaan bahwa kebakaran kantor desa itu karena ada yang membakar. Tetapi tidak mencurigai jika pelakunya orang dalam," ujarnya.

Kecurigaan pembakaran itu setelah pihak Inspektorat akan mengaudit laporan keuangan desa setelah ada desakan warga yang berulang kali menggelar audiensi bahkan terakhir aksi unjuk rasa.

 

Baca pula : Kebakaran Kantor Desa Neglasari Tasikmalaya Menyisakan Pertanyaan

 

"Namun menjelang pemeriksaan oleh pihak Inspektorat, eh kantor desanya terbakar dan menghanguskan seluruh dokumen laporan keuangan desa. Seolah-olah sudah disetting agar Inspektorat gagal memeriksa," ucapnya.

Lebih lanjut, sejak akhir tahun 2016 lalu, warga sudah meminta pihak desa menyampaikan laporan transparansi pengalokasian dana desa, namun tidak pernah diindahkan.

"Hasil investigasi kami sejak tahun 2016 hingga 2019, dalam proses pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di Desa Neglasari, ada sekitar 2,1 milyar rupiah, dana desa menguap tidak jelas," kata Sani.*

 

Baca pula : Pelaku Pembakaran Kantor Desa Neglasari Akhirnya Terungkap

 


Berita Terkait