Gembar Gembor Pemberdayaan UMKM Tapi Tidak Punya Payung hukum

Selasa, 18 Februari 2020 10:48 Clara Aditia Parlemen

Gembar Gembor Pemberdayaan UMKM Tapi Tidak Punya Payung hukum


Koropak.co.id - Selama ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya menggembar-gemborkan program pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tapi dikaji, ternyata Pemkot Tasikmalaya belum memliki Peraturan Daerah terkait pemberdayaan UMKM.

Demikian disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Ing. M. Rijal AR Sutadiredja, M.AB kepada Koropak selepas Rapat Paripurna Raperda tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekusor Narkotika, serta Raperda Usul Prakarsa tentang Pengembangan UMKM, Senin (17/2/2020).

"Selama ini, digembar-gemborkan pemberdayaan UMKM tapi Pemkot Tasikmalaya sendiri tidak punya Perda-nya. Oleh sebab itu, kita di Komisi II berinisiatif mengusulkan Perda Pengembangan UMKM," katanya.

Ditambahkan Rijal, adanya raperda tersebut, diharapkan dapat mengangkat perekonomian daerah yang ditunjang dengan pertumbuhan UMKM. Bahkan, diharapkan pula ke depan ada kemudahan pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan pemerintah daerah dan kelembagaan lain.

"Substansi raperda ini melindungi para pegiat UMKM, dan mendorongnya agar mampu tumbuh menjadi pelaku usaha tangguh dan mandiri," katanya.

 

Koropak.co.id - Gembar Gembor Pemberdayaan UMKM Tapi Tidak Punya Payung hukum (2)

 

Baca : Raperda Pengembangan UMKM Lindungi Produk Unggulan Kota Tasikmalaya

 

Adanya raperda tersebut, turut mendorong peningkatan peran UMKM dalam pembangunan daerah. Ke depan, tumbuhnya UMKM dapat menciptakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan, pemerataan pendapatan, juga penanggulangan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.

"Raperda juga diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pertumbuhan UMKM, meningkatkan produktivitas, daya saing dan jangkauan pasar UMKM, serta menumbuh-kembangkan jiwa kewirausahaan masyarakat," katanya.

Dalam implementasinya, kata Rijal, Raperda diharapkan dapat meningkatkan akses UMKM terhadap sumber daya produktif maupun alternatif dengan jangkauan pasar yang lebih luas lagi. Tidak terbatas mengembangkan produk lokal yang hari ini ada, tapi ke depan mendorong ada inovasi produk unggulan baru berbasis sumber daya lokal.*

 

Baca pula : Pemerintah Mesti Waspada! WUB Akan Berbenturan Dengan Bank Emok