Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Kota Tasikmalaya Kurang Bergeliat

Selasa, 18 Februari 2020 20:42 Clara Aditia Daerah

Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Kota Tasikmalaya Kurang Bergeliat


Koropak.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya berkolaborasi bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) menggelar Seminar Ekonomi Islam yang dilangsungkan di Ballroom Grand Metro Hotel Tasikmalaya, Selasa (18/2/2020).

Seminar Ekonomi Syariah tersebut menghadirkan narasumber dua tokoh besar, yakni Dosen Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Yogyakarta Prof. Dr. Muhamad, M.Ag, serta Pimpinan Ponpes Daarul Anba, Bantargebang Cibeureum, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, KH. Achef Noor Mubarok, LC.

Kepala Kantor OJK Tasikmalaya, Edi Ganda Permana menuturkan saat ini pertumbuhan kredit di Tasikmalaya masih rendah meskipun melebihi nasional. Angka nasional mencapai 6,08 persen sedangkan Tasikmalaya mencapai 7,67 persen.

"Pertumbuhan pembiayaan syariah juga cukup bagus mencapai 11,05 persen. Namun, kami inginkan di tahun 2020 pertumbuhan ekonomi tumbuh signifikan, khususnya ekonomi syariah yang menjadi sasaran strategis OJK, yakni pengembangan usaha ekonomi Islam," katanya.

Di Kota Tasikmalaya sendiri, ucap Edi, perbankan umum berbasis syariah ada 5 unit, dan BPR syariah hanya 2 unit. Sungguh menjadi sebuah hal miris tatkala Kota Tasikmalaya mencanangkan visi menjadi kota yang religius, maju, dan madani, tapi pertumbuhan ekonomi syariahnya rendah.

"Saat ini tantangan muncul dan terang-terangan, seiring adanya paham-paham yang menolak ekonomi riba yang akan mengganggu roda perbankan, baik konvensional maupun syariah. Jika memang perbankan ditolak, terus bagaimana nasib perbankan? Itu jelas bahaya. Mengingat di kehidupan sehari-hari kita masih membutuhkan perbankan," katanya.

 

Koropak.co.id - Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Kota Tasikmalaya Kurang Bergeliat (1)

 

Baca : OJK Optimis di Tahun 2020, Pertumbuhan Kredit Meningkat

Oleh sebab itu, ucap Edi, melalui Seminar Ekonomi Syariah yang menghadirkan para pakar perekonomian syariah, diharapkan bisa meredam paham-paham tersebut. Terlebih, para peserta seminar didominasi kawula muda yang merupakan agent of change.

"Besar harapan kami, anak muda ini bisa menyosialisasikan kembali pentingnya mengakses perbankan, baik konvensional maupun syariah," katanya.

Menyoal penguatan sarana pendukung, Edi menuturkan OJK selalu mendorong perbankan, khususnya syariah untuk melek teknologi. Bahkan, untuk mampu menjangkau pasar yang lebih luas, OJK senantiasa memperkuat, baik produk maupun kinerja. Termasuk melalui hashtag "Ekonomi Syariah, Sama Baiknya, Sama Adilnya, dan Lebih Bermanfaat".*

 

Baca pula : Kisruh Bank Emok Akibat Banyak Penyedia Pinjaman Gerah