Pembahasan Raperda Pengembangan UMKM Segera Digelar

Selasa, 18 Februari 2020 21:32 Clara Aditia Parlemen

Pembahasan Raperda Pengembangan UMKM Segera Digelar


Koropak.co.id - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usul prakarsa DPRD tentang Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan segera memasuki tahap pembahasan. Rencananya, raperda yang diinisiasi Komisi II tersebut akan dibahas oleh gabungan komisi antara Komisi II dan Komisi III.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Andi Warsandi menuturkan seiring dengan ada dua Raperda yang masuk dan siap dibahas, rencananya pansus akan dibagi dua yang terdiri atas gabungan komisi.

Berdasarkan update yang diterima, kata Andi, Raperda tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekusor Narkotika akan dibahas Komisi I dan IV, dan Raperda tentang Pengembangan UMKM akan dibahas Komisi II dan III.

"Kami atas nama pengusul menyampaikan terimakasih atas dukungan luar biasa dari segenap fraksi yang mengantarkan raperda ini disetujui menjadi raperda usul prakarsa DPRD dan naik ke tahap berikutnya yakni pembahasan. Dukungan fraksi menambah spirit dan motivasi bagi kami untuk segera membahas raperda tersebut," ucap Andi yang dijumpai Koropak selepas Rapat Paripurna, Selasa (18/2/2020).

 

Koropak.co.id - Pembahasan Raperda Pengembangan UMKM Segera Digelar (2)

 

Baca : Pengembangan UMKM Jadi Harapan Turunkan Ratio Gini

 

Andi yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Tasikmalaya itu menuturkan dalam pembahasan, akan dikupas pengembangan UMKM ke depan. Termasuk muatan-muatan lokal akan coba dikolaborasikan dalam substansi raperda tersebut.

"Raperda ini disiapkan untuk mengatur pengembangan sekaligus proteksi UMKM," kata Andi.

Adanya Raperda tersebut, ucap Andi, diharapkan kian mendorong UMKM untuk semakin eksis, karena UMKM menjadi salah satu pilar ekonomi ada di bidang UMKM.

"Kita harapkan ada re-class, usaha mikro tumbuh jadi usaha kecil, dan seterusnya. Hal itu kita dorong dengan dorongan politis melalui Raperda Pengembangan UMKM tersebut. Seluruh pikiran besar dari para pengusul akan dikolaborasikan, sehingga besar harapan dapat lahir perda yang benar-benar bisa mengawal keberadaan dan eksistensi UMKM ke depan," katanya.

Menyoal adanya harapan bahwa Raperda Pengembangan UMKM dapat mendorong fasilitasi UMKM dengan Perbankan untuk akses permodalan, Andi menyatakan sebetulnya, jika usaha dari pelaku UMKM tersebut sehat, dan konsisten menghasilkan produk yang berdaya saing, tentu menjadi bahan pertimbangan bagi perbankan untuk memberikan dorongan usaha dalam intervensi bantuan permodalan.*