Implementasi Program Penanganan Anak Punk, Razia Mulai Digencarkan

Rabu, 19 Februari 2020 22:33 Erni Nur'aeni Daerah

Implementasi Program Penanganan Anak Punk, Razia Mulai Digencarkan


Koropak.co.id - Sekretaris Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman mengatakan setelah dilaksanakan penjaringan anak punk hari ini, Rabu (19/2/2020) yang menandai dimulainya program Penanganan Anak Punk dari Tim Satgas yang digagas Kodim 0612/Tasikmalaya. Dinsos mengelompokan antara anak jalanan, gepeng, pengamen sampai anak punk yang berasal dari Kota Tasikmalaya. Selanjutnya dilakukan assessment atau pendataan serta pengecekan kesehatan sampai tes HIV/AIDS.

"Mereka yang berasal dari luar Kota Tasikmalaya akan dikembalikan ke kotanya masing-masing melalui Dinsos di daerah tujuan. Terbukti dalam razia tadi pun ada beberapa orang yang berasal dari Banjar serta Kabupaten Tasikmalaya," ujarnya.

Hendra berharap di Kota Tasikmalaya ada rumah singgah atau rumah sosial sementara untuk menampung anak punk sembari dibekali pelatihan sesuai kebutuhan mereka agar mereka bisa memiliki keterampilan dan bisa hidup lebih layak, sehingga tidak kembali ke jalanan.

 

Berharap ada rumah singgah
untuk menampung anak punk
sembari dibekali pelatihan
sesuai kebutuhan mereka agar mereka
bisa memiliki keterampilan dan
bisa hidup lebih layak,
sehingga tidak kembali ke jalanan.

 

"Tadi pun ada lansia, bayi, anak kecil yang di bawa para gepeng ke jalanan, dan mereka terjaring razia. Untuk membina anak punk, kami sangat mengharapkan adanya rumah sosial agar bisa kita bina, diberi keterampilan, serta diberi modal sehingga anak punk tidak kembali ke jalan. Jelas ini menjadi pemikiran kita bersama," katanya.

 

Koropak.co.id - Implementasi Program Penanganan Anak Punk, Razia Mulai Digencarkan (1)

 

Baca : Delapan Anak Punk dan Sejumlah Gepeng Dirazia Satpol PP Kota Tasikmalaya

 

Tak terkecuali untuk penyandang disabilitas, kata Hendra, akan diberi pelatihan berupa keterampilan memijat. Diharapkan di tahun depan, penanganan gepeng, anak jalanan, dan anak punk lebih baik lagi.

"Anak punk yang terjaring akan dilakukan pendataan, dan kita sudah memasukan salah seorang anak punk ke yayasan Artanita panti sosial anak-anak dan sampai sekarang dia tidak mau turun kembali ke jalan. Bahkan sekarang sedang sekolah," ujar Hendra.

Anak punk yang terjaring tersebut harus dibina dan ditangani secara berkelanjutan. Kemudian diberi pendampingan secara perlahan, secara hati ke hati. Kemudian memfasilitasi minat dan bakat mereka, atau dikirim ke panti sosial anak untuk ditangani lebih lanjut.

"Kebanyakan mereka itu anak-anak di bawah umur sehingga kita lakukan pendekatan dari mulai mereka sering nongkrong atau berkumpul dan lain hal, sebab mereka memiliki prinsip rela mati sampai rela hamil. Jelas itu sangat miris sekali. Artinya harus secara perlahan dari hati dan secara berkelanjutan," katanya.*

 

Baca pula : Dinsos Kota Tasikmalaya Miliki 2 Tahap Penanganan Anak Punk


Berita Terkait