Penanganan Anak Punk Terhambat Ketiadaan Rumah Singgah

Kamis, 20 Februari 2020 22:24 Eris Kuswara Daerah

Penanganan Anak Punk Terhambat Ketiadaan Rumah Singgah


Koropak.co.id - Dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sektoral Dinas Sosial Kota Tasikmalaya yang dilaksanakan di Emerald Meeting Room Grand Metro Hotel Kota Tasikmalaya, Kamis (20/2/2020), Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya, H Nana Rosadi berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya lebih fokus dalam program kemiskinan.

Untuk permasalahan kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tentunya mesti jadi prioritas. Sehingga diharapkan ke depan pemerintah bisa lebih pro lagi kepada kemiskinan yang saat ini menempatkan Kota Tasikmalaya di urutan kedua tertinggi di Jawa Barat.

"Jangan hanya terus menggenjot infrastruktur saja, sedangkan jumlah kemiskinan di Kota Tasikmalaya terabaikan. Jumlahnya saat ini sudah begitu besar, hingga 71.929 KK.

 

Baca : Anak Punk Mesti Diberikan Fasilitas Guna Menunjang Kreativitas

 

Dinsos Kota Tasikmalaya, kata Nana, juga memiliki anggaran yang sangat terbatas. Sementara Dana Kelurahan saja alokasinya sangat besar. Oleh karena itu, Dinsos memohon kepada pemerintah untuk bisa lebih memperhatikan lagi Dinsos.

"Sehingga masyarakat yang ada di kelurahan, khususnya masyarakat miskin bisa terbantu dan terlayani dengan baik." tutur Nana.

Dikatakan Nana, untuk pendataan, Dinsos Kota Tasikmalaya melaksanakan verifikasi dan validasi dengan mengumpulkan data dari RT dan RW serta playlist daftar nama keluarga kaya dan miskin. Data tersebut akan selalu diperbarui setiap sebulan sekali.

"Terkait permasalahan anak punk, diketahui anak punk ini memiliki 2 tipe yaitu ada anak punk sejati dan ada anak jalanan yang mirip dan berdandan ala anak punk. Tentunya keduanya sangat berbeda dan harus bisa dibedakan, karena anak jalanan yang berdandan ala anak punk itu memiliki tingkah laku yang lebih cenderung ke arah negatif," katanya.

 

Terkait permasalahan anak punk,
diketahui anak punk ini memiliki
2 tipe yaitu ada anak punk sejati
dan ada anak jalanan yang mirip
dan berdandan ala anak punk.

 

Baca : Kritik Atas Implementasi Program Penanganan Anak Punk di Tasikmalaya

 

 

Koropak.co.id - Penanganan Anak Punk Terhambat Ketiadaan Rumah Singgah

 

Sementara untuk anak punk sejati, ucap Nana, mereka memiliki karya yang dihasilkan. Mereka memilih dunia punk hanya sebagai cerminan anti kemapanan.

"Bekerjasama penggiat sosial lainnya khususnya Kodim 0612/Tasikmalaya, kami membuat berbagai program penanganan anak punk, salah satunya pembinaan. Namun sayangnya hingga saat ini, kami belum memiliki rumah singgah. Oleh sebab itu kami menuntut agar pemerintah bisa membuatkan rumah singgah," ucapnya.

 

Baca : Atasi Permasalahan Sosial, Dinsos Kota Tasikmalaya Mesti Berkoordinasi

Sementara itu, Wakil Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Muhammad Yusuf mengatakan, mengusung tema peningkatan sasaran penerima bantuan sosial yang tepat dengan menggunakan data terpadu kesejahteraan sosial, permasalahan kemiskinan di Kota Tasikmalaya masih belum menunjukan pengurangan.

"Dengan adanya musrenbang, kami Pemerintah Kota Tasikmalaya akan terus berupaya untuk memberikan bantuan dan perlindungan sosial terhadap masalah kemiskinan yang kompleks di Kota Tasikmalaya," kata Wakil Walikota.*

 

Baca pula : Dinsos Kota Tasikmalaya Miliki 2 Tahap Penanganan Anak Punk


Berita Terkait