Rangkul Anak Gang Guna Memutus Mata Rantai Anak Jalanan

Jum'at, 21 Februari 2020 21:34 Erni Nur'aeni Daerah

Rangkul Anak Gang Guna Memutus Mata Rantai Anak Jalanan


Koropak.co.id - Perilaku menyimpang dari beberapa anak jalanan yang mengatasnamakan diri sebagai anak punk, selain menimbulkan keresahan bagi masyarakat, juga dapat berimbas kepada para remaja yang sama sekali belum tersentuh ideologi jalanan.

Gencarnya tim satgas yang digagas Kodim 0612/Tasikmalaya bersama segenap stakeholder di lingkup Pemerintah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, menjadi sebuah upaya untuk menekan pertumbuhan anak jalanan, dan menyelamatkan anak jalanan agar dapat kembali ke kehidupan normal dan melepas ideologi jalanan.

Ditemui Koropak, Jumat (21/2/2020) Ketua Pesantren Laskar Langit Yayasan PesantreneurshiPAY Tasikmalaya, Yadi Fiyana yang akrab disapa Bang Jack mengatakan dalam menyelamatkan anak jalanan, dia lebih mengutamakan pencegahan, yakni dengan menerapkan pola asuh kepada anak-anak yang bermukim di dalam gang dengan diberikan kegiatan positif.

"Dulu sebelum saya punya pesantren sering mengurus anak-anak dalam gang dengan mengajak mereka berkumpul melakukan kegiatan bersama seperti baca buku, makan-makan dan memberikan rasa nyaman seperti dirumahnya sendiri sehingga mereka betah di sana dan tidak sampai terjun ke jalanan. Siapa sangka, di dalam anak gang tersebut banyak anak yatim dan duafa yang harus kita rangkul," ujarnya.

 

Sebuah upaya untuk menekan
pertumbuhan anak jalanan,
dan menyelamatkan anak jalanan
agar dapat kembali ke kehidupan normal
dan melepas ideologi jalanan.

 

Setelah rasa nyaman terbentuk, secara perlahan mengajak mereka melaksanakan ibadah saum sunah Senin dan Kamis. Guna lebih memotivasi mereka, diberikan hadiah bagi mereka yang bisa menamatkan saum sunah.

"Nah dari sana makin banyak anak yang ikut saum sunah hingga 35 anak. Kita beri motivasi mereka dengan hadiah. Dari aktivitas itu pula tercetus nama kegiatan Big Bukber yang kini berjalan di setiap Ramadan," kata Bang Jack.

 

Koropak.co.id - Rangkul Anak Gang Guna Memutus Mata Rantai Anak Jalanan (1)

 

Baca : Kritik Atas Implementasi Program Penanganan Anak Punk di Tasikmalaya

Bahkan, ucap Bang Jack, ada seorang peneliti yang menanyakan cara penanganan anak jalanan, namun karena Bang Jack lebih terkonsentrasi di anak gang sehingga hanya menunjukan beberapa tempat yang biasa menjadi tempat berkumpulnya anak-anak tersebut.

"Saya juga diminta untuk memberikan saran penanganan anak jalanan. Meskipun tidak mengetahui cara penanganannya, saya jelaskan saja hal yang saya lakukan terhadap anak-anak dalam gang, dengan cara membuat anak jalanan tersebut merasa nyaman berada dalam lingkungan kita," katanya.

 

Dalam penanganan anak jalanan,
caranya dengan membuat anak jalanan
tidak nyaman hidup di jalanan.
Langkahnya dengan razia rutin,
digunduli, dan hancurkan gitarnya.

 

Bang Jack pun menyarankan tim peneliti yang berkonsultasi padanya, dalam penanganan anak jalanan, caranya dengan membuat anak jalanan tidak nyaman hidup di jalanan. Langkahnya dengan razia rutin, digunduli, dan hancurkan gitarnya.

"Tapi tim peneliti bilang itu melanggar HAM karena kurang humanis. Saya pun kembali menyarankan untuk memasukan anak jalanan ke rumah singgah dan diberi pelatihan-pelatihan agar mereka nyaman dan tidak kembali ke jalanan," tuturnya.*

 

Baca : Penanganan Anak Punk Terhambat Ketiadaan Rumah Singgah

Baca : Bang Jack : Rumah Singgah Bukan Solusi Penanganan Anak Jalanan


Berita Terkait