Korban Hanyut di Sungai Sempor Sleman, 7 Tewas, 3 Belum Ditemukan

Sabtu, 22 Februari 2020 11:39 Dede Hadiyana Daerah

Korban Hanyut di Sungai Sempor Sleman, 7 Tewas, 3 Belum Ditemukan

 

Koropak.co.id - Setelah melakukan pencarian, di hari kedua, Sabtu (22/2/2020) Tim SAR Gabungan melalui BPBD Provinsi D.I Yogyakarta merilis data siswa SMPN 1 Turi Sleman, D.I Yogyakarta korban hanyut di Sungai Sempor, Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (21/2/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dalam data yang dirilis, total jumlah siswa SMPN 1 Turi Sleman yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyakan 249 siswa, meliputi 124 siswa kelas VII dan 125 siswa kelas VIII. Sebanyak 216 siswa selamat, 23 siswa mengalami luka-luka, 7 siswa meninggal dunia dan 3 siswa lagi belum ditemukan.

Berikut update data kecelakaan siswa SMPN 1 Turi di Sungai Sempor Desa Donokerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta.

Data siswa yang belum ditemukan :
1. Yasinta Bunga (13) kelas VII-B dengan ciri-ciri memiliki tahi lalat dipipi, kulit putih dan rambut agak keriting sepinggang.
2. Zahra Imelda (12) kelas VII-D dengan ciri-ciri kulit hitam manis dan rambut bergelombang agak lurus.
3. Nadine Fadilah (12) kelas VII-D dengan ciri-ciri berbadan kecil kurus dan kulit kuning langsat.

 

Koropak.co.id - Korban Hanyut di Sungai Sempor Sleman, 7 Tewas, 3 Belum Ditemukan (2)

 

Data siswa meninggal dunia :
1. Sovie Aulia (15)
2. Aruisma Rahmawati (13)
3. Nur Azizah (15)
4. Lathifa Zulfaa (15)
5. Khoerunnisa Nurcahya Sulmaningdyah (14)
6. Ecieta Putri Larasati (13)
7. Faneza Dida (13)

Adapun 23 siswa yang mengalami luka-luka, 21 siswa di antaranya rawat jalan dan ada juga yang sudah pulang. Dua siswa sisanya harus menjalani rawat inap di Puskesmas Turi atas nama Teta Versya dan Hapsari Teta.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo menghimbau, insiden ini menjadi pembelajaran bersama sehingga insiden serupa dapat dihindari. Jika akan melakukan susur sungai harus dilakukan oleh orang dewasa dan terlatih karena sangat berisiko.

"Aktivitas susur sungai harusnya dilakukan pada saat musim kemarau. Jika dilakukan pada musim hujan, risiko debit air tinggi sangat besar apalagi terjadi hujan di hulu sungai yang akan berdampak arus dan volume air meningkat hingga ke hilir sungai," katanya.*

 

Baca pula : Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian Siswa SMPN 1 Turi


Berita Terkait