Dua Tahun Dibentuk, Apa Kabar Kinerja Forum CSR Kota Tasikmalaya?

Minggu, 23 Februari 2020 12:10 Clara Aditia Daerah

Dua Tahun Dibentuk, Apa Kabar Kinerja Forum CSR Kota Tasikmalaya?

 

Koropak.co.id - Forum Corporate Social Responsibility (CSR) dibentuk sebagai amanat regulasi negara. Ada hak yang wajib bagi lembaga perusahaan dalam menyalurkan 2 persen dari laba bersihnya untuk kepedulian kepada lingkungan.

Namun, dua tahun dibentuknya Forum CSR Kota Tasikmalaya, menyisakan banyak tanya di sejumlah kalangan, tak terkecuali dari para anggota DPRD Kota Tasikmalaya. Apakah kinerja Forum CSR dalam meningkatkan partisipasi perusahaan untuk menyalurkan CSR sudah optimal?.

Dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2015 tentang Pedoman Pengelolaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) di Kota Tasikmalaya, termaktub jelas landasan hukum dalam kepartisipasian CSR dari perusahaan.

Dalam Perda, dijabarkan tentang perencanaan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dilakukan melalui pendekatan :
a. Partisipatif, yaitu pendekatan yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan yang akan dibiayai oleh Perusahaan
b. Kemitraan, yaitu pendekatan yang lebih mengutamakan kepentingan dan kebutuhan bersama dalam mewujudkan manfaat bersama
c. Kesepakatan, yaitu pendekatan yang didasarkan kesamaan cara pandang dalam penyelenggaraan TJSL dan PKBL.

Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Fasilitasi mempunyai fungsi :
a. Perencanaan fasilitasi kepada Mitra TJSL dan PKBL;
b. Pelaksanaan fasilitasi kepada Mitra TJSL dan PKBL dalam melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan Perusahaan;
c. Pengkoordinasian dalam perencanaan program, fasilitasi pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan tanggung jawab sosial dan lingkungan Perusahaan; dan
d. Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi kepada Mitra TJSL dan PKBL.

 

Koropak.co.id - Dua Tahun Dibentuk, Apa Kabar Kinerja Tim Fasilitasi CSR Kota Tasikmalaya (4)

 

 

Baca : Penanganan Anak Punk Terhambat Ketiadaan Rumah Singgah

Lihat : Musisi Kota Tasikmalaya Kecewa Tidak Dapat Gunakan GOR Sukapura

 

Pertanyaan yang mengorbit lebih didominasi pada transparansi program CSR. Termasuk berapa potensi dan persentase jumlah perusahaan yang terlibat dengan jumlah perusahaan yang berdiri di Kota Tasikmalaya? Berapa rupiah yang telah digulirkan, yang difasilitasi Pemkot Tasikmalaya melalui kemitraan TJSL dan PKBL? Dari perusahaan mana saja dan ke mana saja disalurkannya? Waktu dan tempat pelaksanaan, sasaran dan penerima manfaat, serta bentuknya apa saja?.

Tanya lain, seberapa efektif program CSR dalam menjawab persoalan lingkungan yang ada di Kota Tasikmalaya? Serta, seberapa gesit Pemkot Tasikmalaya dalam melakukan upaya partisipatif kepada perusahaan-perusahaan, sehingga terjalin kerjasama yang efektif serta produktif menyelesaikan ragam persoalan, yang hari ini tidak terselesaikan melalui APBD.

Dari sejumlah tanya, semestinya CSR menjadi alternatif sumber pendanaan bagi program-program kemitraan bersama yang dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat. Lantas, apa kabar goal dan output CSR untuk tahun 2020? Karena sampai saat ini, gebrakan kinerja Forum CSR yang sudah 2 tahun berdiri masih dinanti.

Melalui wakil rakyat, masyarakat bertanya transparansi. Sebagai informasi, kewenangan penyaluran CSR sepenuhnya berada di tangan kepala daerah. Masyarakat pun menantikan publikasi dan transparansi dari mana, ke mana dan dalam bentuk apa CSR disalurkan.

 

Optimalnya partisipasi CSR
Dapat menjadikan CSR sebagai
Alternatif pendanaan di luar APBD
Didukung penyaluran yang
tepat guna dan tepat sasaran
Akan dapat memberikan manfaat besar
Bagi masyarakat Kota Tasikmalaya.

 

Jangan sampai kebaikan niat dan upaya perusahaan-perusahaan yang telah menggelontorkan CSR-nya tidak termanfaatkan secara maksimal karena kurang gesitnya pemerintah bersama tim fasilitasi dalam memetakan persoalan, merencanakan solusi-solusi yang bisa ditawarkan melalui program TJSL dan PKBL, serta memberikan akses informasi dan penawaran kemitraan kepada perusahaan.

Keterbukaan informasi, sangatlah penting, agar dapat memberikan efek bola salju bagi perusahaan yang telah menjalankan kerjasama TJSL dan PKBL dengan Pemkot Tasikmalaya. Sebab, jika transparansi terjaga, akan membuat perusahaan-perusahaan lainnya yang belum bekerjasama jadi "kabita", tertarik untuk menyalurkan CSR-nya melalui program kemitraan dengan Pemkot Tasikmalaya.*

 

Lihat : Sungai Ciwulan Tercemar, Dewan Dengarkan Jeritan Aktivis Lingkungan

Lihat : Program Penanganan Anak Punk di Tasikmalaya Siap Digulirkan

Baca juga : Kinerja Belum Optimal, Forum CSR Kota Tasikmalaya Akan Dievaluasi

 

 


Berita Terkait