Bukan Tidak Transparan, Perusahaan di Tasikmalaya Bandel Laporan Soal CSR

Jum'at, 28 Februari 2020 08:50 Clara Aditia Daerah

Bukan Tidak Transparan, Perusahaan di Tasikmalaya Bandel Laporan Soal CSR

 

Koropak.co.id - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Tasikmalaya, Dindin Saefudin Ahmad menyatakan kurang optimalnya penyerapan Corporate Social Responsbillty (CSR) di Kota Tasikmalaya, salah satu penyebabnya adalah terhambatnya laporan dari pihak perusahaan yang melaksanakan CSR.

Kepada Koropak, Kamis (27/2/2020) Dindin menuturkan Forum CSR ada di pihak perusahaan, sementara di kedinasan hanya sebagai Tim Fasilitas.

"Oleh sebab itu, ketika ada keterlambatan laporan dari pihak perusahaan sering membuat kami kesulitan dalam menyusun data perusahaan mana yang sudah melaksanakan CSR mana yang belum," katanya.

Memang, ucap Dindin, jika tim fasilitasi mengevaluasi secara internal, dirasa kinerja Tim Fasilitas sudah maksimal dalam meningkatkan kepartisipasian CSR. Termasuk dengan mengadakan pertemuan bersama pihak perusahaan. Tapi tetap saja hasil yang didapat belum optimal.

"Kami sering minta ke perusahaan laporan tentang CSR yang sudah disalurkan. Sebagaimana amanat Perda, semua harus terkoordinasikan. Namun terkadang laporan perusahaan terlambat, bahkan ada yang sama sekali tidak melapor," katanya.

 

Tim Fasilitasi sering
menyurati perusahaan-perusahaan
Hanya sekedar meminta
laporan penyaluran CSR
Tapi, tidak sedikit perusahaan
telat melapor. Bahkan, sama sekali
tidak mengirimkan laporannya.

 

Jelas, kata Dindin, ke depan akan dilakukan evaluasi dan perbaikan, mencari format baru guna dapat mengoptimalkan CSR.

"Jadi bukan kami katakan perusahaan tidak menyalurkan CSR, namun yang disayangkan tidak semua perusahaan lapor kepada kami. Padahal kami sudah sering menyurati perusahaan. Kami hanya meminta laporan. Tapi kami sangat kesulitan," katanya.

 

Baca : Wujudkan Pemerintahan Dengan Keterbukaan Akses Informasi

Baca : Maman Darusman: Bisakah Pemerintah Transparan Dalam CSR?

 

 

Selain menyurati perusahaan yang melaksanakan CSR-nya sendiri, kata Dindin, tim fasilitasi juga sering menagih laporan kepada perusahaan yang penyaluran CSR-nya dikoordinasikan Pemkot Tasikmalaya.

"Di Pemkot Tasikmalaya kan ada program yang bisa didanai CSR, kami tawarkan ke mereka. Namun tetap saja itu kurang optimal. Salah satu penyebabnya adalah laporan yang tidak disampaikan secara tepat," katanya.

 

Banyak program di Pemkot Tasikmalaya
Bisa didanai oleh CSR perusahaan
Dana CSR menjadi alternatif sumber
Pembiayaan pembangunan non APBD.

 

Perihal wacana Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya yang akan mengevaluasi Forum CSR dan Tim Fasilitasi, Dindin menyatakan akan menyampaikan segala bentuk permasalahan yang selama ini menghambat CSR.

"Nanti saat ada evaluasi, akan kami sampaikan. Evaluasi menjadi momentum yang tepat untuk duduk bersama legislatif, mencari jalan keluar guna mengoptimalkan CSR. Juga mencari solusi agar CSR dapat lebih terkoordinasikan sehingga CSR ini dapat benar-benar dioptimalkan jadi sumber pembiayaan pembangunan non APBD," kata Dindin.*

 

Baca pula : Dua Tahun Dibentuk, Apa Kabar Kinerja Forum CSR Kota Tasikmalaya


Berita Terkait