Kasi Intel Kejari Kabupaten Tasikmalaya Tinggalkan Tasikmalaya

Jum'at, 28 Februari 2020 17:19 D. Farhan Kamil Daerah

Kasi Intel Kejari Kabupaten Tasikmalaya Tinggalkan Tasikmalaya


Koropak.co.id - Setelah hampir 1,5 tahun mengendalikan fungsi intelijen di Kabupaten Tasikmalaya, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya, Evelin Nur Agusta, SH., MH akhirnya meninggalkan Kabupaten Tasikmalaya untuk mengisi jabatan barunya sebagai Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) di kantor Kejaksaan Negeri kelas A Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Sebagai penggantinya adalah Donni Roy Hadi, SH yang sebelumnya menjabat Kepala Sub Bagian Pembinaan (Kasubagbin) Kejari Karawang Provinsi Jawa Barat.

Kepala Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Sri Tatmala Wahani, SH mengatakan, mutasi di tubuh kejaksaan negeri merupakan hal biasa dalam rangka penyegaran sekaligus menghindari kejenuhan dalam satu posisi tertentu dengan tujuan peningkatan kinerja lembaga.

Dengan pergantian Kasi Intel ini terang Sri, diharapkan menjadi energi dan semangat baru bagi Kejari khususnya bagian intelijen, melaksanakan tugas-tugas yang tidak sedikit dan tidak sederhana ke depan. Apalagi kejaksaan ini baru saja mencanangkan Zona Integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

"Butuh ekstra kerja keras untuk melaksanakan program-program yang sudah disiapkan," kata Sri seusai memimpin acara pelantikan dan serah terima jabatan Kasi Intel di Aula Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (28/2/2020).

 

Baca : Para Pegawai Kejaksaan Berkomitmen Bekerja Lebih Profesional


Program-program tersebut antara lain, jaksa menyapa, penyuluhan hukum ke desa-desa dan serentetan program lainnya yang menunjang terwujudnya wilayah bebas korupsi.

Sementara itu Evelin menyebutkan, selain kesan menggembirakan yang dirasakan selama tugas di Kejari Kabupaten Tasikmalaya, ia juga menyebutkan jika di wilayah dengan luas geografis yang besar ini, terdapat banyak potensi kerawanan dan rentanitas terjadinya tindak pidana korupsi.

"Di sini juga cukup rawan tindakan penyalahgunaan wewenang seperti terjadi di desa-desa dengan adanya bantuan keuangan (bankeu)," ujarnya.*


Baca pula : Kepala Desa Sukasukur Dijebloskan Ke Hotel Prodeo