Lagi, Bisnis Prostitusi Online di Kota Santri Terbongkar Polisi

Kamis, 05 Maret 2020 19:31 D. Farhan Kamil Daerah

Lagi, Bisnis Prostitusi Online di Kota Santri Terbongkar Polisi

 

Koropak.co.id - Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil membongkar bisnis prostitusi online di wilayah Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Petugas kepolisian mengendus keberadaan bisnis esek-esek tersebut berawal dari laporan masyarakat kemudian ditelusuri melalui salah satu aplikasi media sosial dan mengarah kepada salah seorang mucikari, AM (43) warga Pasar Baru, Desa dan Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dari aplikasi tersebut, Polisi dengan cepat menemukan titik koordinat tempat praktek asusila yang melibatkan sejumlah perempuan gatal yang diduga masih berstatus menikah dan janda di sebuah kost-kostan di Jalan Raya Timur Singaparna, Kampung Rujak Gedang Desa Cilampung Hilir Kecamatan Padakembang.

Selain mengamankan tersangka AM beserta sejumlah barang bukti seperti bantal, selimut, kondom siap pakai dan bungkus tisu, Polisi juga mengamankan salah seorang perempuan berinisial LH (35) dan sejumlah barang bukti berupa, uang pecahan Rp 50 ribu sebanyak 6 lembar, sebuah handpone dan kondom bekas pakai.

"Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, kita langsung bergerak melakukan penyelidikan dan kita gerebek langsung ke lokasi," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP. Hendria Lesmana, Kamis (5/3/2020).

Modus dari prostitusi online ini, kata Hendria, LH ini menawarkan tubuhnya kepada lalaki hidung belang melalui aplikasi Mechat. Setelah ada kesepakatan untuk bercinta, LH menyuruh sang pria menghubungi AM untuk transaksi lebih lanjut.

"AM ini berperan sebagai mucikari. Dia yang membuat kesepakatan harga dengan pria hidung belang. Dia juga yang menyediakan tempat berupa kost-kostan,"ujarnya.

 

 

Koropak.co.id - Lagi, Bisnis Prostitusi Online di Kota Santri Terbongkar Polisi (2)

 

Baca : Polisi Bongkar Prostitusi Online di Tasikmalaya

 

Dari hasil penyelidikan, tersangka AM ini telah menjalankan bisnis prostitusi online ini sejak dua bulan lalu. Adapun tarif untuk sekali kencan melalui jasa tersangka AM ini berkisar antara Rp 200 sampai Rp 300 ribu. Tersangka mendapat jatah Rp 50 ribu dari satu kali transaksi.

Ditambahkan Hendria, akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 296 juncto pasal 506 tentang kejahatan terhadap keasusilaan dan memfasilitasi tempat sehingga dapat melakukan perbuatan atau asusila, dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan penjara.

Sementara itu, dari mulut tersangka AM, ia mengaku sudah sukses menjajakan 50 perempuan berusia 30 hingga 41 tahun kepada pria hidung belang. Dalam sehari, setidaknya ia bisa menjajakan 2 hingga 4 orang perempuan.

"Paling saya dapat bagian Rp 100 sampai Rp 150 ribu satu hari. Rata-rata pembelinya dari kalangan mahasiswa," kata AM.*

 

Baca pula : Di Kota Tasikmalaya Ditemukan Kasus Prostitusi Online


Berita Terkait