Kejari Tasikmalaya Kembalikan Uang Negara Hasil Korupsi Dana Desa dan Dana BOS

Kamis, 12 Maret 2020 17:54 D. Farhan Kamil Daerah

Kejari Tasikmalaya Kembalikan Uang Negara Hasil Korupsi Dana Desa dan Dana BOS


Koropak.co.id - Uang sejumlah Rp 96.400.392 sebagai kerugian negara yang disita dari Kepala Desa Cipakat, Ade Gani, atas kasus tindak pidana korupsi (tipikor) dana desa (DD) tahap II tahun 2017, dikembalikan ke Pemerintah Desa (Pemdes) Cipakat, di Aula Desa Cipakat Kecamatan Singaparna, Kamis (12/3/2020).

Pengembalian dilakukan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya, Sri Tatmala Wahanani kepada penjabat Kepala Desa Cipakat, Andi Herdiana. Disaksikan seluruh perangkat desa, Camat Singaparna, Kusnanto, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPMDP3A) Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Roni A Sahroni, M.SI.

"Sesuai putusan pengadilan Tipikor Bandung, hari ini uang kerugian negara kita kembalikan ke Desa Cipakat. Sengaja kita lakukan ini di kantor desa dan tidak di kantor kejaksaan, dengan alasan untuk memberi pelajaran penting bagai aparatur desa agar tidak terulang kejadian serupa," kata Sri.

Di samping ke Desa Cipakat, ucap Sri, pihaknya juga mengembalikan barang sitaan Pengadilan Tipikor berupa uang kerugian negara, atas kasus penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan 2 tahun 2008 pada beberapa SD Negeri di wilayah UPTD Kecamatan Salawu, atas nama Ahmad Garniwa selaku Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).

"Kita kembalikan uang kerugian negara berupa uang tunai sebesar Rp 690. 581.000 untuk 33 SD Negeri di Kecamatan Salawu," ujarnya.

Adapun rincian dari angka Rp 690.581. 000 itu adalah, sebesar Rp 447.008.000 dikembalikan ke 33 SD Negeri untuk dibayarkan kepada yang berhak yaitu, PT Penerbit Erlangga perwakilan Tasikmalaya atas nama saksi Yulianto Tirto Anggono. Uang tersebut untuk pembayaran pembelian buku-buku sekolah terbitan Erlangga.

Kemudian Rp 98.834.200 dikembalikan kepada para kepala sekolah untuk dibayarkan kepada yang berhak yaitu, CV Widya Pustaka atas nama saksi Yanyan Caryanto untuk pembelian buku-buku K-13 online.

"Serta uang sebesar Rp 144.658.800 dirampas untuk negara," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Kejari Tasikmalaya Kembalikan Uang Negara Hasil Korupsi Dana Desa dan Dana BOS (2)

 

Baca : Kasus Korupsi Desa Cipakat Terungkap Polres Tasikmalaya

Lebih jauh Sri menyebutkan, di Kabupaten Tasikmalaya, potensi penyalahgunaan DD atau bankeu desa cukup besar, artinya rentan terjadi tindak pidana korupsi. Untuk mengantisipasinya, kejaksaan secara bertahap terus gencar melakukan sosialisasi dan pembinaan atau penyuluhan hukum ke desa-desa.

"Baru-baru ini kita melaksanakan sosialisasi di desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Sukarame. Kita akan terus gerilya menebar informasi soal hukum ke desa-desa di wilayah Kabupaten Tasikmakaya agar tidak ada lagi kasus pelanggaran hukum," tuturnya.

Sementara itu Pj Kades Cipakat, Andi Hendiana mengaku, uang kerugian negara yang dikembalikan pihak kejaksaan, tidak dapat dialokasikan langsung untuk kegiatan pembangunan desa, karena belum masuk pada APBDesa.

"Awal Januari 2020, lalu APBDesa 2020 sudah diketuk. Kita akan alokasikan uang kerugian negara tersebut untuk pembangunan desa di APBDesa perubahan 2020. Untuk sementara kita simpan uang di rekening desa," ujarnya.*

 

Baca pula : Diduga Buntuk Kasus Kades Cipakat, LBH Ansor Tasikmalaya Diteror