Fakta Baru Terungkap di Rekonstruksi Pembunuhan Siswi SMPN 6 Tasikmalaya

Kamis, 12 Maret 2020 22:37 Dede Hadiyana Daerah

Fakta Baru Terungkap di Rekonstruksi Pembunuhan Siswi SMPN 6 Tasikmalaya


Koropak.co.id - Dalam rekonstruksi pembunuhan siswi SMPN 6 Tasikmalaya, Delis Sulistina (13), polisi berhasil mengungkapkan fakta baru yang membuat tercengang.

Dijumpai Koropak di lokasi kedua rekonstruksi, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto, S.IK., kepada awak media usai reka adegan, Kamis (12/3/2020) menuturkan dalam fakta baru tersebut, ternyata ada jeda saat tersangka membekap dan saat tersangka menghilangkan nyawa korban dengan mencekiknya.

Saat itu, ucap Kapolres, sebenarnya ada kesempatan bagi tersangka untuk mengurungkan perbuatan kejinya. Setelah korban dibekap, korban berhasil melarikan diri. Kemudian tersangka yang sudah kalap, terus mengejar korban hingga berhasil kembali menangkap korban.

Tersangka pun melanjutkan aksinya dengan mencekik korban hingga korban tewas di tangan tersangka yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri.

"Dikarenakan dilakukan dengan penuh kesadaran dan tak menghiraukan peluang-peluang untuk membatalkan niat membunuh, maka sama saja dengan telah direncanakan secara matang. Oleh sebab itu, tersangka pun kita kenakan pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati," katanya.

 

Koropak.co.id - Fakta Baru Terungkap di Rekonstruksi Pembunuhan Siswi SMPN 6 Tasikmalaya (2)

 

 

Baca : Rumah Tua Jadi Saksi Bisu Kekejian Sang Ayah Kandung

 

Diketahui sebelumnya, siswi SMPN 6 Tasikmalaya bernama Delis Sulistina (13) warga Sindangjaya RT 04/ RW 08 Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di depan kampus SMPN 6 Tasikmalaya pada 27 Januari 2020 lalu.

Usai melakukan pengusutan, pihak kepolisian dari Polres Tasikmalaya Kota pun berhasil mengungkap kasus dan mengamankan tersangka pembunuhan tersebut yang merupakan ayah kandung korban. Hingga pada Kamis (12/3/2020) pihak kepolisian pun melakukan rekonstruksi guna menyamakan keterangan tersangka, saksi, dan bukti dengan fakta di lapangan.

Rekonstruksi dilakukan di dua tempat berbeda, yakni di sebuah rumah tua yang beralamat di Jalan Laswi Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya sebagai tempat pembunuhan, dan di gorong-gorong depan Kampus SMPN 6 Tasikmalaya yang menjadi tempat bagi tersangka untuk membuang jasad korban.*

 

Baca pula : Syok dan Kehilangan! Ibu Korban Minta Tersangka Dihukum Mati

 


Berita Terkait