Syok dan Kehilangan! Ibu Korban Minta Tersangka Dihukum Mati

Kamis, 12 Maret 2020 23:50 Dede Hadiyana Daerah

Syok dan Kehilangan! Ibu Korban Minta Tersangka Dihukum Mati


Koropak.co.id - Setelah polisi menemukan titik terang bahwa korban Delis Sulistina (13) dibunuh oleh tersangka Budi Rahmat (45) yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri, pihak kepolisian pun melakukan tes psikologi terhadap tersangka.

"Hasil yang diberikan kepada kami bahwa tersangka tidak memiliki gangguan dalam psikologis. Sehingga dapat diartikan tersangka melakukan pembunuhan itu dalam keadaan normal dan sadar," kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto, S.IK., kepada Koropak di lokasi rekonstruksi kedua di depan Kampus SMPN 6 Tasikmalaya, Kamis (12/3/2020).

Dijelaskan Anom, dalam rekonstruksi yang diperagakan, jelas tergambar fakta bahwa tersangka sebetulnya mempunyai jeda waktu untuk berfikir dan mengurungkan niatnya untuk membunuh kala tersangka sudah membekap korban dan mengejar korban yang berhasil meloloskan diri.

"Namun, tersangka tetap meneruskan niatnya membunuh korban. Terungkap dalam reka adegan saat tersangka berhasil menangkap kembali korban dan mencekiknya hingga tewas. Fakta tersebut seolah menunjukan bahwa pembunuhan tersebut sudah direncanakan," katanya.

Maka, ucap Anom, tersangka pun dikenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

 

Koropak.co.id - Syok dan Kehilangan! Ibu Korban Minta Tersangka Dihukum Mati (2)

 

Baca : Fakta Baru Terungkap di Rekonstruksi Pembunuhan Siswi SMPN 6 Tasikmalaya

 

Hasil reskonstruksi di dua lokasi tersebut, kata Anom, sangat cocok dan tidak ada yang kurang sama sekali, bahwa tersangka melakukan pembunuhan dengan penuh kesadaran. Perkara penting yang menyita perhatian publik ini akan dikonsultasikan ke tingkat Kejaksaan Tinggi Bandung.

Sementara itu, Wati Fatmawati (46) ibu korban mengetahui bahwa Delis membutuhkan uang yang mendesak untuk study tour. Namun dirinya tidak mengetahui bahwa korban meminta kepada ayahnya.

"Saya tidak tahu kalau anak saya minta ke bapaknya, hingga anak saya harus meregang nyawa. Saya minta tersangka dihukum seberat-beratnya. Hukuman mati saja," katanya.*

 

Baca pula : Baca : Rumah Tua Jadi Saksi Bisu Kekejian Sang Ayah Kandung 


Berita Terkait