Virus Corona Dapat Menyerang Siapa Saja dan Kapan Saja

Selasa, 17 Maret 2020 08:00 Eris Kuswara Provinsi

Virus Corona Dapat Menyerang Siapa Saja dan Kapan Saja


Koropak.co.id - Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama virus Corona merupakan virus jenis baru dari coronavirus yang menular kepada manusia. Diketahui, virus ini bisa menyerang siapa saja mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia bahkan ibu hamil dan menyusui.

Infeksi dari virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019 lalu. Virus Corona dapat menular dengan cepat. Bahkan sampai saat ini, telah menyebar ke wilayah lainnya di China hingga merambah ke beberapa negara di dunia termasuk Indonesia.

Coronavirus merupakan kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Tercatat pada banyak kasus, virus ini tidak hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti flu. Namun ternyata, virus ini juga mampu menyebabkan infeksi pernapasan berat seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Virus Corona juga bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Akan tetapi penderitanya juga dapat mengalami gejala penyakit infeksi pernapasan berat seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

 

Baca : Pemprov Jabar Resmi Rilis Peta Penyebaran Virus Corona 

 

Secara umum terdapat 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang itu positif terinfeksi virus Corona. Ketiga gelaja umum tersebut yaitu demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, batuk dan sesak napas. Sementara itu, menurut penelitian, gejala virus corona akan muncul dalam kurun waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar.

Untuk menentukan apakah pasien tersebut positif terinfeksi virus Corona atau tidak, pihak dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala apa saja yang dialami pasien. Dokter juga akan mempertanyakan apakah pasien bepergian ke daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala itu muncul.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti menguji sampel darah, tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak serta rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru. Barulah berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui apakah pasien positif atau negatif terjangkit virus Corona.*

 

Baca pula : Data Terbaru, Jumlah Pasien Virus Corona Capai 134 Orang


Berita Terkait