Walikota Tasikmalaya Klarifikasi Pemberitaan Penutupan Ruang Publik

Selasa, 17 Maret 2020 15:33 Eris Kuswara Daerah

Walikota Tasikmalaya Klarifikasi Pemberitaan Penutupan Ruang Publik

 

Koropak.co.id - Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di salah satu media cetak lokal di Kota Tasikmalaya terbitan hari Senin (16/3/2020) pada halaman pertama yang menyebutkan bahwa terdapat beberapa ruang publik yang ditutup akibat pandemic Corona Virus Desease (COVID-19).

Walikota menyatakan pemberitaan tersebut tidak benar. Kebijakan itu diambil dengan mengacu kepada Keputusan Presiden RI dan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait dengan kewaspadaan dan pencegahan terhadap penyebaran Corona.

"Juga berdasarkan pada hasil Rapat Bersama antara Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama unsur Forkopimda, MUI, DMI dan unsur lainnya yang dilaksanakan di Aula Balekota Tasikmalaya pada Minggu (15/3/2020) lalu," kata Walikota.

Ditambahkan Walikota, Presiden RI dan Gubernur Jawa Barat sendiri telah mengambil keputusan selama 14 hari kedepan untuk tidak ada kerumunan masyarakat dalam jumlah yang besar karena mengingat juga bahwa penyebaran virus ini yang sangat mudah menyebar dari manusia ke manusia.

"Berdasarkan instruksi dan surat edaran tersebut, maka kami mengambil keputusan untuk sekolah mulai dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi agar melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya di rumah masing-masing. Kebijakan ini juga berlaku untuk seluruh lembaga pendidikan termasuk untuk sekolah di bawah naungan Kementerian Agama," ucapnya.

 

Baca : Tenaga Medis Di Kota Tasikmalaya Mesti Waspadai Penyebaran Corona

 

Walikota menuturkan, kebijakan tersebut dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran virus ke anak-anak sekolah. Termasuk juga untuk kegiatan-kegiatan besar di tempat ibadah, kegiatan seminar dan lainnya yang dilakukan dalam rangka menyelamatkan masyarakat selama 14 hari.

"Kebijakan tersebut turut kami lakukan dalam rangka pemantauan agar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar diliburkan terlebih dahulu. Begitu juga dengan kegiatan Isra' Mi'raj yang akan dilaksanakan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya diundur terlebih dahulu selama 14 hari," ujarnya.

Keputusan untuk meminimalisasi kerumunan masyarakat dalam jumlah besar, tutur Walikota, selain diterapkan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, juga akan diterapkan di tempat-tempat publik lainnya seperti tempat wisata dan kompleks Olahraga Dadaha.

"Untuk berbagai kegiatan atau event yang melibatkan kerumunan masyarakat, tidak akan kami berikan izin selama 14 hari. Namun nanti kami akan mengevaluasinya lagi," tuturnya.*

 

Baca pula : Walikota Tasikmalaya Resmi Liburkan Aktivitas Belajar Mengajar


Berita Terkait