Pasca Riset, Komisi II Siapkan Skenario Terburuk Untuk Anjloknya Ekonomi

Rabu, 18 Maret 2020 16:20 Clara Aditia Parlemen

Pasca Riset, Komisi II Siapkan Skenario Terburuk Untuk Anjloknya Ekonomi


Koropak.co.id - Menyikapi kritik tajam Ekonom senior, Rizal Ramli dalam acara Indonesia Lawyer Club yang disiarkan stasiun televisi TVOne, Selasa (17/3/2020) malam, Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, H. Murjani SE.,MM menilai dampak anjloknya ekonomi akibat fenomena virus Corona telah menyentuh Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan data tahun 2019, untuk beras Kota Tasikmalaya masih kekuragan 16,3 ton, daging sapi kurang 1,6 ton, daging ayam kurang 1,9 ton, telur ayam ras kurang 3,9 ton, cabe merah 3,1 ton, cabe rawit kurang 5,4 ton, bawang merah kurang 1,6 ton, bawang putih kurang 1 ton.

"Untuk harganya sendiri sudah melambung tinggi. Telor mencapai Rp 26.000/kg, gula pasir Rp 19.000/kg, bawang putih Rp 41.000/kg, cabai kering Rp 120.000/kg, dan beras premium Rp 12.000/kg. Rata-rata naik 10 persen," katanya.

Murjani menuturkan kondisi tersebut sudah dianalisa Komisi II dengan menyiapkan 3 hal yang akan dibahas bersama Bagian Ekonomi Setda Kota Tasikmalaya, Diskumkmerindag, dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya dalam Rapat Kerja yang akan digelar besok, Kamis (19/3/2020).

"Kita akan buat beberapa skenario untuk memproduktifkan kegiatan 14 hari di rumah sebagaimana instruksi Gubenur Jawa Barat. Bahkan, kita siapkan sampai skenario terburuk kalau terjadi Lockdown. Walau skenario terburuk ini kita tidak menghendaki, namun kalau Kota Tasikmalaya sudah siap akan stok kebutuhan pokok maka sudah bukan menjadi kehawatiran besar karena tandanya sudah dilakukan persiapan sematang mungkin," katanya.

  

Koropak.co.id - Pasca Riset, Komisi II Siapkan Skenario Terburuk Untuk Anjloknya Ekonomi

 

Baca : Imbas Corona, Rapat Pansus Raperda Perlindungan Usaha Mikro Ditunda

 

Selama tiga hari belakangan, ucap Murjani, pihaknya terus menggali informasi melambungnya kebutuhan bahan pokok. Bahkan anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Tasikmalaya tersebut melakukan riset dengan petani dan beberapa Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) seperti di daerah Urug, Gunung Gede, Gunung Tandala, Leuwiliang, Talagasari, hingga Tanjung dan didapat data bahwa di Maret 2020 ini akan ada Panen Palawija seperti jagung, kacang tanah, dan pepaya. Sedangkan di bulan April dan Mei 2020 akan ada panen padi, termasuk padi Gogo di Urug.

"Itu kabar baik untuk melengkapi kebutuhan ketersediaan pangan, apalagi di tengah krisis akibat fenomena Corona ini. Sebetulnya kita mampu loh tidak perlu import buah dan sayuran. Import justru hanya akan menguras devisa yang sebetulnya bisa direalokasi untuk biaya penanganan virus Corona agar lebih optimal lagi. Lebih jelasnya, besok akan saya bahas dengan mitra kerja Komisi II, khususnya Dinas Ketahanan Pangan," katanya.*

 

Baca pula : Kritik Tajam Rizal Ramli Soal Langkah Jokowi Dalam Penanganan Corona

 

 


Berita Terkait