DPO Curanmor Diringkus Polres Tasikmalaya Tanpa Perlawanan

Kamis, 19 Maret 2020 19:26 D. Farhan Kamil Daerah

DPO Curanmor Diringkus Polres Tasikmalaya Tanpa Perlawanan

 

Koropak.co.id - Sejak ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO), atas beberapa kasus pencurian motor di wilayah Kabupaten Tasikmalaya pada awal tahun 2018 lalu, AR (23) pemuda asal Citamiang Desa Pasirsalam Kecamatan Mangunreja, akhirnya berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya di rumahnya, Rabu (18/3/2020).

Dalam setiap menjalankan aksinya, pelaku yang merupakan spesialis ranmor sekaligus residivis ini, mencari hewan anjing liar untuk ditangkap lalu dijual ke daerah Lampung dan Padang dengan harga variatif sesuai jenis anjingnya.

Pelaku yang selama buron sering ke luar kota termasuk ke Lampung ini, menyasar motor yang terparkir di halaman rumah dengan kunci yang menempel, di samping itu pelaku juga kerap menggunakan kunci leter T.

Kanit Reskrim Umum (Resum) I IPDA Dandan Ramdani mengatakan, pelaku merupakan DPO dengan kasus curanmor di Kecamatan Taraju, Kecamatan Puspahiang dan daerah Kota Tasikmalaya pada akhir tahun 2017. Sedangkan dua orang pelaku lainnya yang sudah tertangkap, saat ini sedang menjalani tahanan di Lapas Tasikmalaya.

"Kami mendapat informasi jika pelaku sedang berada di kampung halamannya. Rabu malam Kami kemudian bergerak dan ternyata pelaku sedang berada di rumahnya. Pelaku kami tangkap tanpa perlawanan," tutur Dadan, Kamis (19/3/2020).

 

Baca : Lagi, Bisnis Prostitusi Online di Kota Santri Terbongkar Polisi

 

Hasil pemeriksaan terhadap pelaku kata Dadan, ada empat TKP curanmor jenis matic di wilayah Tasikmalaya. Modus pelaku mengambil motor di halaman rumah korban menggunakan kunci leter T.

Selain mencuri sepeda motor, pelaku juga sering mencuri anjing pada waktu malam hari, kemudian dijual ke luar Jawa dengan harga Rp 100 ribu.

"Sementara motor hasil curian, dijual ke seseorang di wilayah Tasikmalaya dengan harga sekitar Rp 500 ribu. Uangnya dihabiskan pelaku untuk hura-hura," ujar Dadan.

Pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat I KUH Pidana dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

Sementara AR mengaku, jika aksi mencuri anjing itu bukan tujuan utama. "Sasaran utama saya adalah motor yang terparkir di halaman rumah korban," ucap AR.*

 

Baca pula : Sadis, Bapak Habisi Nyawa Anak Kandung Gegara Duit Cepe

 


Berita Terkait